Update Korban Gempa Manggarai: 41 Meninggal, 50.556 Warga Mengungsi
- 25 Agt 2026 17:50 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Pemerintah Kabupaten Manggarai merilis data terbaru penanganan dampak gempa bumi hingga Selasa 25 Agustus 2026. Dalam keterangan pers di Media Center Posko Tanggap Darurat, Selasa sore, Bupati Manggarai Hery Nabit menyebutkan sebanyak 41 orang meninggal dunia, sementara 50.556 warga masih mengungsi di 80 titik posko bencana.
Bupati menjelaskan, dari total 41 korban meninggal dunia, sebanyak 22 orang meninggal saat gempa terjadi pada 15 Agustus 2026. Sementara 19 korban lainnya meninggal dalam masa perawatan lanjutan, baik di fasilitas kesehatan maupun di rumah masing-masing.
Menurutnya, sebagian warga memilih menjalani perawatan di rumah karena masih mengkhawatirkan kondisi bangunan fasilitas kesehatan pascagempa. Dari 25 Puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Manggarai, sebanyak 23 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan parah.
Selain korban meninggal dunia, tercatat 58 orang mengalami luka berat dan 494 orang mengalami luka ringan. Selain itu, sebanyak 50.556 warga tercatat mengungsi di 80 titik posko bencana. Jumlah tersebut masih dapat berubah seiring dengan proses pendataan dan pergerakan warga di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Manggarai kini memprioritaskan pendataan mikro terhadap kelompok rentan di setiap lokasi pengungsian. Dari pendataan sementara di 80 posko, tercatat 6.317 jiwa masuk dalam kategori kelompok rentan.
Kelompok tersebut meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, termasuk Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Data tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam mengoptimalkan penyaluran bantuan dan memberikan penanganan khusus.
Upaya ini dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai organisasi nonpemerintah, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), serta Komisi VIII DPR RI. Lebih lanjut, Bupati Manggarai menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu masyarakat terdampak gempa, baik melalui bantuan moril maupun materiel.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Manggarai dan seluruh masyarakat Manggarai, kami menyampaikan limpah terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, baik melalui donasi bahan makanan, tenda, selimut, obat-obatan maupun tenaga relawan yang hadir dalam penanganan bencana di Kabupaten Manggarai,” ujarnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi di berbagai wilayah Indonesia, serta pemerintah kabupaten/kota yang telah memberikan dukungan.
Apresiasi turut diberikan kepada lembaga nonpemerintah, perusahaan swasta, organisasi politik, organisasi keagamaan, kelompok relawan, dan masyarakat umum yang telah membantu masyarakat terdampak.
“Baik yang berkoordinasi langsung dengan kami maupun yang memberikan bantuan dan donasinya secara langsung kepada masyarakat Manggarai yang terdampak, semuanya kami sampaikan penghormatan dan terima kasih,” katanya.
Menurutnya, seluruh bantuan tersebut sangat berarti dalam meringankan beban masyarakat Manggarai yang terdampak bencana. Ia juga mengimbau masyarakat dan insan media agar tidak menyebarkan informasi spekulatif maupun hoaks terkait prediksi gempa susulan dan jumlah korban.
“Sampai hari ini tidak ada satu pun pihak yang bisa memastikan kapan terjadinya gempa bumi dan berapa kekuatannya. Karena itu, pemerintah meminta masyarakat hanya merujuk pada informasi yang sudah terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Manggarai berharap masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang selama proses penanganan dan pemulihan pascabencana berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....