Literasi dan Trauma Healing Warnai Pengungsian Sikka
- 24 Agt 2026 18:10 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena atau Asti Laka Lena bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sikka Ny. Fista Sambuari Kago mengunjungi camp pengungsian di Dusun Utan Wait, Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Minggu 23 Agustus 2026. Kunjungan tersebut diisi dengan kegiatan literasi, sains, dan trauma healing bagi anak-anak terdampak gempa bumi.
Anak-anak pengungsi diajak mengikuti berbagai aktivitas belajar, bermain, serta berinteraksi dalam kelompok selama berada di lokasi pengungsian. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi mereka untuk tetap menjalankan aktivitas pendidikan di tengah situasi tanggap darurat.
Ny. Fista Sambuari Kago mengatakan pendampingan anak penting dilakukan agar mereka tetap memiliki ruang untuk belajar, bermain, dan bergembira selama berada di pengungsian. Menurutnya, kondisi pascabencana tidak boleh membuat kebutuhan anak terhadap pendidikan dan interaksi sosial terabaikan.
“Kegiatan literasi, sains dan trauma healing ini penting agar anak-anak tetap mendapatkan ruang untuk belajar, bermain dan bergembira,” kata Fista. Ia menegaskan anak-anak di pengungsian membutuhkan perhatian dan pendampingan, tidak hanya pemenuhan kebutuhan pangan, air bersih, dan tempat tinggal.
Fista menjelaskan kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendukung kondisi psikologis anak setelah gempa bumi yang mengguncang Sikka pada 15 Agustus 2026. Aktivitas literasi dan sains menjadi sarana belajar sekaligus bermain, sedangkan trauma healing ditujukan membantu anak mengelola rasa cemas dan tekanan akibat bencana.
Dalam kegiatan itu, Asti Laka Lena dan Fista Sambuari Kago berinteraksi langsung dengan anak-anak serta mengikuti sejumlah aktivitas yang digelar di camp pengungsian. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan psikososial anak turut mendapat perhatian selama masa tanggap darurat.
TP PKK Provinsi NTT bersama TP PKK Kabupaten Sikka mendorong agar pendampingan serupa dapat dilakukan di sejumlah titik pengungsian lainnya. Pendampingan akan mencakup kegiatan belajar, aktivitas bermain, serta dukungan psikososial bagi anak-anak selama masyarakat masih berada di lokasi pengungsian.
Bagi anak-anak terdampak gempa, keberlanjutan kegiatan belajar dan tersedianya ruang bermain dinilai penting dalam proses pemulihan. Aktivitas tersebut diharapkan membantu mereka kembali merasakan suasana belajar dan bermain sekaligus membangun rasa aman setelah mengalami bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....