38 Personel STIPAR Ende Bergerak Dampingi Penyintas Gempa di Sejumlah Lokasi

  • 23 Agt 2026 22:01 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende- Sebanyak 38 Personel dari STIPAR Ende disiapkan dalam tujuh tim untuk melakukan pendampingan psikososial dan pastoral bagi penyintas gempa di Kabupaten Nagekeo, Minggu (23/8/2026). Tim tidak hanya menuju Rumah Kerahiman Aearamo, tetapi juga membuka kemungkinan pendampingan di sejumlah lokasi yang membutuhkan dukungan.

Penanggung jawab kegiatan, Dr. Norbertus Labu, S.Fil., M.Si., mengatakan pembentukan tujuh tim dilakukan agar pendampingan dapat menjangkau lebih banyak penyintas. Setiap tim akan didampingi dosen sehingga proses pendampingan dapat berlangsung dengan memperhatikan kondisi masyarakat di lapangan.

"Kita dalam daftar itu 38 orang, semoga semua hadir atau tidak ada yang berhalangan," Dr. Norbertus saat diwawancarai RRI Ende, Minggu 23 Agustus 2026. Ia menyebutkan keterlibatan puluhan personel tersebut menjadi bagian dari kesiapan tim untuk bergerak ke sejumlah titik terdampak gempa.

Dr. Norbertus menjelaskan, Rumah Kerahiman Aearamo menjadi salah satu tujuan utama karena lokasi tersebut menjadi posko pengungsian bagi masyarakat terdampak gempa. Dari lokasi tersebut, tim akan melihat kebutuhan penyintas sebelum menentukan bentuk pendampingan yang paling sesuai.

Ia juga mengungkapkan, kegiatan pendampingan tidak hanya dilakukan melalui konseling. Tim juga membawa metode gerak dan lagu, relaksasi, serta afirmasi positif yang dapat diterapkan terutama kepada anak-anak.

Menurutnya, selain Aearamo, rencana pendampingan juga mencakup sejumlah lokasi lain, di antaranya Pinginanga, Danga. Tim juga akan melihat kemungkinan untuk memberikan pendampingan di wilayah Wewoloe sesuai dengan situasi dan kebutuhan penyintas.

Ia menambahkan, pendekatan kepada orang dewasa dilakukan dengan lebih banyak menghadirkan ruang untuk berbicara dan didengarkan. Menurut Norbertus, pada tahap awal pendampingan, kehadiran seseorang yang bersedia mendengar dapat menjadi dukungan penting bagi penyintas.

Dr. Norbertus berharap 38 orang yang tergabung dalam tujuh tim tersebut dapat menjalankan pendampingan secara maksimal di setiap lokasi yang dikunjungi. dan berharap kehadiran mereka bukan hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi mampu menyalakan kembali harapan penyintas bahwa setelah gempa masih ada kehidupan dan masa depan yang dapat diperjuangkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....