Tak Harus Merantau, Sr. Angela Dorong Warga Bangun Ekonomi Lokal

  • 23 Agt 2026 18:40 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Koordinator JPIC FMM Indonesia, Sr. Angela Marici, mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Timur tidak tergesa-gesa merantau atau bekerja ke luar negeri tanpa mempertimbangkan aspek keamanan dan legalitas. Menurutnya, keputusan untuk bekerja di luar daerah maupun luar negeri perlu dilakukan melalui saluran resmi agar masyarakat terhindar dari risiko Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO.

Sr. Angela kepada RRI Kamis 13 Agustus 2026 mengatakan pencegahan TPPO perlu dilakukan dengan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di daerah asal. Masyarakat didorong untuk memanfaatkan berbagai potensi lokal sebagai sumber penghasilan sebelum memutuskan untuk mencari pekerjaan di luar daerah.

Ia menilai mencari nafkah tidak selalu harus dilakukan dengan meninggalkan kampung halaman. Potensi ekonomi yang ada di lingkungan masyarakat dapat dikembangkan apabila dikelola dengan serius dan didukung kerja sama berbagai pihak.

"Tetaplah tinggal dulu di kampung halaman kita dan usahakan apa yang bisa diusahakan. Di dalam negeri sendiri pun kita bisa menghasilkan uang dan memperbaiki kehidupan, asalkan kita betul-betul bersemangat dan mencari jalan keluar bersama," ujarnya.

Menurutnya, masyarakat yang tetap memilih bekerja di luar daerah maupun luar negeri harus memastikan seluruh proses dilakukan secara resmi. Informasi mengenai pekerjaan, perusahaan penyalur, dokumen, kontrak kerja dan negara tujuan perlu diperiksa sebelum keberangkatan.

Sr. Angela berharap penguatan ekonomi lokal dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan TPPO dalam jangka panjang. Dengan tersedianya peluang usaha dan pekerjaan di daerah, masyarakat diharapkan tidak mudah tergiur tawaran kerja yang berisiko.

Ia juga mengajak keluarga dan lingkungan masyarakat untuk saling mengingatkan sebelum seseorang mengambil keputusan untuk merantau. Kehati-hatian dan keputusan yang didasarkan pada informasi yang benar dinilai penting untuk mencegah masyarakat menjadi korban perdagangan orang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....