Ditengah Luka Gempa, Uskup Labuan Bajo Hadir Serukan Solidaritas Kemanusiaan

  • 23 Agt 2026 13:41 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Labuan Bajo – Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, menguatkan para korban gempa bumi, keluarga pasien, tenaga medis, dan jajaran manajemen RSUD Komodo melalui Perayaan Ekaristi di pelataran rumah sakit, Minggu 23 Agustus 2026.

Perayaan Ekaristi Minggu Biasa XXI tersebut digelar di tengah suasana pemulihan pascagempa bumi Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Kehadiran Uskup menjadi bentuk pendampingan dan penguatan bagi masyarakat yang masih menghadapi kecemasan akibat bencana.

Dalam homilinya, Mgr. Maksimus Regus mengajak umat untuk melihat kehadiran Tuhan di tengah musibah dan kerapuhan hidup. Menurutnya, bencana menyadarkan manusia bahwa kehidupan memiliki keterbatasan dan dapat berubah secara tiba-tiba.

Namun, di tengah situasi tersebut, kasih dan kehadiran Tuhan dapat dirasakan melalui kepedulian antarsesama.

“Bencana menyadarkan kita bahwa betapa rapuhnya kehidupan manusia. Namun, di tengah kerapuhan itu kita juga menemukan kehadiran Tuhan melalui orang-orang yang datang untuk membantu, merawat, menghibur, dan berbagi dengan sesama,” ujar Mgr. Maksimus Regus.

Ia mengatakan, pengalaman menghadapi bencana tidak hanya menghadirkan luka dan kecemasan, tetapi juga memperlihatkan kuatnya semangat solidaritas kemanusiaan.

Menurutnya, perhatian terhadap korban tidak cukup hanya melalui bantuan material, tetapi juga melalui kehadiran, pendampingan, dan kepedulian kepada mereka yang sedang mengalami penderitaan.

“Di tengah musibah dan penderitaan, kasih Tuhan hadir melalui kesetiakawanan, melalui mereka yang memberikan diri, tenaga, perhatian, dan kasih kepada saudara-saudara yang sedang mengalami penderitaan,” katanya.

Perayaan Ekaristi tersebut dihadiri para pasien korban gempa, keluarga pasien, tenaga kesehatan, serta jajaran manajemen RSUD Komodo. Uskup didampingi sejumlah imam konselebran, di antaranya RD. Rikardus Manggu, Frans Nala, RD. Yuvens Rugi, RD. Martin Wiliam, RD. Carles R. Suwendi, RD. Antonius Sanor, dan RD. Ignasius Haryanto.

Kehadiran Uskup bersama para imam di rumah sakit menjadi bagian dari pendampingan spiritual bagi masyarakat yang masih berada dalam proses pemulihan setelah bencana.

Pesan yang disampaikan Mgr. Maksimus menegaskan bahwa di tengah situasi sulit, masyarakat tidak berjalan sendiri. Solidaritas, kepedulian, dan kesediaan untuk hadir bagi sesama menjadi kekuatan penting dalam melewati masa pemulihan pascabencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....