Trauma Healing Polri Bantu Pulihkan Psikologis Pengungsi Sikka
- 22 Agt 2026 08:27 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Di tengah kecemasan yang masih dirasakan korban gempa bumi di Kabupaten Sikka, pemulihan psikologis menjadi perhatian dalam penanganan pengungsi. Tim Psikologi Biro SDM Polda NTT bersama Tim Psikologi Ro SDM Polda Bali dan Bag SDM Polres Sikka menggelar trauma healing untuk membantu mengurangi tekanan pascabencana.
Kegiatan berlangsung Jumat, 21 Agustus 2026, mulai pukul 10.00 WITA di Posko Tanggap Bencana Polres Sikka, Lapangan Gelora Samador Maumere, serta kawasan pengungsian mandiri di Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat. Sedikitnya 50 pengungsi yang terdiri atas anak-anak dan orang dewasa mengikuti kegiatan tersebut
Trauma healing dipimpin Kasubag Dalpers Bag SDM Polres Sikka, Ipda A. Rusyudi Mangge, S.Psi, didampingi personel Biro SDM Polda NTT dan Tim Psikologi Biro SDM Polda Bali. Kegiatan ini diarahkan untuk membantu pengungsi mengelola rasa takut, cemas, dan tekanan emosional setelah menghadapi guncangan gempa
Pendekatan yang digunakan dibuat lebih cair agar mudah diterima para pengungsi, terutama anak-anak. Mereka diajak mengikuti terapi Usseft, bernyanyi bersama, serta berbagai permainan dan hiburan yang menciptakan suasana lebih nyaman di tengah kondisi pengungsian.
Kasubbagsipol Biro SDM Polda NTT Kompol Prasetyo Dwi Laksono, S.Psi, turut hadir bersama anggota Biro SDM Polda NTT, Kabag SDM Polres Sikka AKP Susanto, S.E., serta empat anggota Tim Psikologi Biro SDM Polda Bali yang dipimpin Iptu Nyoman Trijaya Putra, S.Psi. Sejumlah personel Polres Sikka juga terlibat dalam mendukung pelaksanaan kegiatan.
Suasana pengungsian yang sebelumnya dipenuhi kekhawatiran berubah lebih hangat ketika anak-anak mulai bernyanyi dan mengikuti aktivitas bersama. Bagi orang dewasa, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk berinteraksi sekaligus melepaskan sebagian tekanan yang muncul setelah bencana
Tim psikologi menilai pemulihan korban gempa tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan pangan, tempat tinggal, dan layanan kesehatan. Rasa aman yang terguncang akibat bencana juga membutuhkan pendampingan agar para pengungsi secara bertahap mampu kembali percaya diri dan menjalani aktivitas sehari-hari.
Kolaborasi Polda NTT, Polda Bali, dan Polres Sikka menunjukkan bahwa respons bencana juga mencakup aspek psikologis masyarakat. Kehadiran personel kepolisian tidak hanya diarahkan untuk menjaga keamanan lokasi pengungsian, tetapi juga memberikan dukungan langsung kepada warga yang sedang menghadapi masa sulit.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 12.00 WITA tersebut berjalan aman dan lancar. Melalui trauma healing, para pengungsi mendapat ruang untuk mengurangi ketegangan sekaligus membangun kembali rasa percaya diri setelah bencana mengguncang kehidupan mereka.
Bagi anak-anak, tawa dan permainan menjadi jeda dari bayang-bayang gempa, sedangkan bagi orang dewasa, pendampingan menjadi penguat untuk menghadapi situasi yang belum sepenuhnya pulih. Di tengah kebutuhan pemulihan yang panjang, perhatian terhadap kondisi psikologis menjadi bagian penting agar para korban tidak hanya bertahan, tetapi perlahan mampu bangkit dan menatap hari berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....