Pokmaswas Sandominggo Dorong Laut Jadi Sumber Ekonomi
- 22 Agt 2026 08:28 WIB
- Ende
Poin Utama
- Pokmaswas Sandominggo di Kelurahan Larantuka, Flores Timur melaksanakan program pemulihan ekosistem laut yang mengintegrasikan edukasi, perlindungan kawasan, dan pengembangan ekonomi pesisir.
- Pendekatan edukasi difokuskan pada generasi muda melalui kelas dan kegiatan langsung seperti snorkeling dan penanaman karang untuk menciptakan agen perubahan di tingkat keluarga.
- Program melibatkan pengembangan wisata bahari yang ramah lingkungan sebagai strategi ekonomi berkelanjutan sambil menjaga kelestarian ekosistem laut.
RRI.CO.ID, Flores Timur - Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Sandominggo di Kelurahan Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mendorong pemulihan ekosistem laut sekaligus pengembangan ekonomi masyarakat pesisir. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi, perlindungan kawasan laut, pelibatan generasi muda, serta pengembangan aktivitas wisata bahari yang ramah lingkungan.
Leader Pokmaswas Sandominggo, Monika Bataona, kepada RRI di Komunitas Bicara, Selasa, 18 Agustus 2026, mengatakan pendekatan edukasi dilakukan dengan membuka kelas dan kegiatan langsung bagi anak-anak, seperti snorkeling dan penanaman karang. Anak-anak yang terlibat kemudian diharapkan menjadi agen perubahan di keluarga dengan mengajak orang tua memahami pentingnya menjaga ekosistem laut.
Menurut Monika, manfaat perlindungan laut mulai dirasakan masyarakat setelah sebagian kawasan dijaga dari aktivitas yang merusak. Nelayan melaporkan lebih mudah mendapatkan ikan dan cumi di sekitar perairan, sementara masyarakat mulai kembali melihat biota seperti gurita, lumba-lumba, dan penyu di kawasan pesisir.
Pokmaswas Sandominggo saat ini memiliki sekitar 20 anggota, dengan lima hingga enam anak muda menjadi penggerak utama sejumlah program. Kelompok tersebut juga membuka ruang kolaborasi dengan nelayan, pemerintah, tokoh masyarakat, gereja, sekolah, komunitas, serta dinas terkait untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam perlindungan laut.
Monika menyebut pemulihan laut tidak hanya penting bagi ketersediaan ikan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Pengembangan snorkeling dan diving yang dikelola secara ramah lingkungan dinilai berpotensi menggerakkan usaha warga, termasuk penyediaan makanan, minuman, kue, jasa wisata, dan sektor ekonomi kreatif.
Ke depan, Pokmaswas Sandominggo ingin menjadikan konservasi sebagai kegiatan yang memberikan manfaat ekonomi terukur bagi masyarakat tanpa mengorbankan ekosistem. Monika mengajak anak muda memulai gerakan dari lingkungan masing-masing melalui kelompok masyarakat dan kolaborasi, termasuk mengurangi sampah plastik, menekan kerusakan alam, serta menjaga laut sebagai ruang hidup generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....