Pokmaswas Sandominggo Ajak Warga Bersama Jaga Ekosistem Laut
- 22 Agt 2026 08:29 WIB
- Ende
Poin Utama
- Pokmaswas Sandominggo mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut di Kelurahan Larantuka, Flores Timur.
- Kelompok yang dimulai pada 2023 oleh enam anak muda melakukan transplantasi karang menggunakan media spider web serta pemantauan rutin untuk melindungi ekosistem terumbu karang yang masih relatif baik.
- Gerakan konservasi ini berawal dari kepedulian anak muda terhadap ancaman penangkapan ikan tidak ramah lingkungan terhadap kesehatan terumbu karang di wilayah tersebut.
RRI.CO.ID, Flores Timur - Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Sandominggo di Kelurahan Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut. Gerakan ini berawal dari kepedulian sejumlah anak muda terhadap kondisi terumbu karang yang terancam aktivitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.
Leader Pokmaswas Sandominggo, Monika Bataona, di Komunitas Bicara RRI Ende, Selasa, 18 Agustus 2026, mengatakan kelompok tersebut mulai dirintis pada 2023 oleh sekitar enam anak muda yang memiliki hobi snorkeling. Mereka menemukan ekosistem karang di Kelurahan Larantuka masih relatif baik dibandingkan sejumlah wilayah lain, sehingga perlu dijaga melalui transplantasi karang menggunakan media spider web serta pemantauan rutin.
Monika menjelaskan, kerusakan karang antara lain dipicu aktivitas bekarang, menyulu, serta pengambilan biota laut menggunakan linggis, pisau, dan alat tajam lainnya. Kondisi tersebut semakin berisiko karena sebagian kawasan terumbu karang berada dekat garis pantai yang telah mengalami perubahan akibat pembangunan talut.
Menurut Monika, tantangan terbesar dalam pengawasan laut bukan hanya aktivitas yang merusak lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat. Karena itu, Pokmaswas Sandominggo melibatkan nelayan, perempuan, anak muda, tokoh masyarakat, pemerintah kelurahan, kelompok gereja, sekolah, dan komunitas dalam edukasi serta kegiatan perlindungan laut.
Pokmaswas Sandominggo juga mendorong pembentukan area perlindungan laut berbasis masyarakat dan membatasi aktivitas bekarang di sebagian wilayah perairan Larantuka. Edukasi dilakukan melalui kelompok basis gereja, sekolah, kegiatan snorkeling bersama anak-anak, serta kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai komunitas agar upaya konservasi tidak berjalan sendiri.
Monika menegaskan, menjaga laut membutuhkan proses panjang karena perubahan perilaku masyarakat tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Selama tiga tahun bergerak, Pokmaswas Sandominggo terus memperkuat pola komunikasi, keterbukaan, dan kolaborasi agar masyarakat memandang laut sebagai sumber kehidupan bersama yang harus dirawat, bukan sekadar sumber daya yang dapat dieksploitasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....