Gempa M7,7 Flores, 98 Fasilitas Keagamaan dan Pendidikan di Mabar Terdampak
- 21 Agt 2026 22:28 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 berdampak pada sedikitnya 98 fasilitas keagamaan, pendidikan, dan perkantoran di Kabupaten Manggarai Barat. Data sementara tersebut merupakan hasil verifikasi lapangan yang dilakukan jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Manggarai Barat di sejumlah desa terdampak.
Dari total fasilitas yang terdata, sebanyak 74 merupakan rumah ibadah lintas agama, 19 sekolah/madrasah, dan lima gedung perkantoran. Pendataan dilakukan dengan melibatkan jajaran Kemenag Manggarai Barat, termasuk para penyuluh agama dan kepala Kantor Urusan Agama (KUA).
Di tengah keterbatasan akses transportasi dan komunikasi pascagempa, petugas tetap turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi fasilitas serta memastikan data kerusakan secara faktual. Hasil pendataan tersebut kemudian menjadi bahan koordinasi dengan berbagai pihak dalam menentukan langkah penanganan dan rehabilitasi fasilitas yang terdampak.
Kepala Kantor Kemenag Manggarai Barat, Fransiskus Xaverius Adi, menyerahkan hasil pendataan tersebut kepada Miftah Maulana Habiburrahman di Terang, Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kamis, 20 Agsutus 2026. Penyerahan data dilakukan dalam rangkaian kunjungan ke sejumlah wilayah yang terdampak gempa.
Fransiskus turut didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Muhaemin dan Kepala Seksi Urusan Agama Katolik Bonavantura Irman. Fransiskus menjelaskan, data yang diserahkan merupakan hasil verifikasi faktual tim Kemenag yang turun langsung ke desa-desa terdampak. Fasilitas yang terdata mencakup tempat ibadah dan fasilitas pendidikan dari umat Katolik, Kristen, Islam, dan Hindu.
“Data yang kami serahkan merupakan hasil verifikasi faktual tim yang turun langsung ke desa-desa terdampak. Kami berharap proses rehabilitasi dapat dipercepat sehingga aktivitas ibadah masyarakat serta kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan,” ujar Fransiskus.
Dalam kunjungan tersebut, bantuan renovasi juga disalurkan kepada empat rumah ibadah yang terdampak gempa. Keempatnya adalah: Gereja Stasi Nanga Kantor Barat, Kecamatan Macang Pacar, Gereja Stasi Latung, Kecamatan Pacar, Masjid Al-Muhajirin Terang, Kecamatan Boleng; dan Masjid Baiturrahman Bokak Rangga, Kecamatan Sano Nggoang.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan perbaikan fasilitas ibadah sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas keagamaan dengan lebih aman dan nyaman. Kemenag Manggarai Barat memastikan proses pendataan belum berhenti. Data kondisi fasilitas keagamaan dan pendidikan akan terus diperbarui berdasarkan hasil verifikasi lapangan.
Pemutakhiran data tersebut juga akan disertai koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendukung proses rehabilitasi dan pemulihan pascabencana. Dengan data yang lebih akurat, pemerintah diharapkan dapat menentukan prioritas penanganan sehingga fasilitas ibadah, pendidikan, dan pelayanan publik yang terdampak gempa dapat segera kembali berfungsi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....