Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Gempa Sikka Langsung

  • 21 Agt 2026 08:34 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau sejumlah lokasi pengungsian korban gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis 20 Agustus 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi warga terdampak sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Posko Pengungsian Terpusat Gelora Samador Maumere, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok. Wapres tiba sekitar pukul 16.25 Wita dan langsung meninjau kondisi pengungsi serta berbagai fasilitas pelayanan dasar yang tersedia di posko.

Di Gelora Samador, Gibran mengecek dapur umum, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), serta sarana pendukung lainnya yang digunakan para pengungsi. Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Kunjungan Wapres tidak hanya terpusat di Gelora Samador, tetapi berlanjut ke sejumlah titik pengungsian lainnya. Lokasi yang turut disambangi yakni SDI Wairklau, Pelabuhan L. Say, dan kawasan Nangahure yang menjadi tempat warga terdampak menjalani masa pengungsian.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Mutakbar, Paspampres dan Walpri Wapres, serta Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago. Rombongan juga melibatkan sejumlah staf dan awak media yang mengikuti rangkaian kegiatan.

Sekitar pukul 17.15 Wita, setelah meninjau kondisi pengungsi, Wapres memimpin rapat tertutup di Posko Gelora Samador. Rapat tersebut dihadiri Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko, serta Menko PMK Pratikno.

Pertemuan itu menjadi ruang evaluasi langsung setelah Wapres melihat kondisi pengungsi dan fasilitas penanganan bencana di sejumlah lokasi. Berbagai temuan di lapangan menjadi bahan pembahasan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya bersama pemerintah pusat dan daerah serta unsur terkait.

Rapat tertutup berakhir sekitar pukul 17.40 Wita, kemudian Wapres bersama rombongan meninggalkan Posko Gelora Samador Maumere. Seluruh rangkaian kunjungan berakhir sekitar pukul 17.45 Wita dalam situasi aman, tertib, dan kondusif.

Kehadiran Wapres di sejumlah titik pengungsian menjadi penegasan bahwa penanganan korban gempa tidak berhenti pada pengiriman bantuan. Kondisi pangan, sanitasi, kesehatan, keamanan, tempat tinggal sementara, hingga keberlanjutan kehidupan warga selama masa darurat menjadi bagian yang perlu dipastikan secara langsung di lapangan.

Kunjungan tersebut juga memperlihatkan koordinasi pemerintah pusat dan daerah bersama TNI, Polri, BNPB, serta unsur lainnya dalam menangani dampak gempa di Kabupaten Sikka. Bagi warga terdampak, kehadiran langsung pemerintah menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan mereka didengar dan ditindaklanjuti melalui langkah penanganan yang konkret.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....