Tausiah RRI Ajak Pendengar Menjadikan Musibah Sebagai Momentum
- 21 Agt 2026 08:53 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Tausiah keagamaan dalam program Mutiara Pagi Islam mengajak pendengar menjadikan setiap musibah sebagai momentum untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Musibah tidak hanya dipandang sebagai kesulitan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kehidupan.
Dalam siaran pada Jumat, 21 Agustus 2026, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kementerian Agama Kabupaten Ende, Fhatur Rachman Ola, S.Sos., mengingatkan bahwa kehidupan manusia selalu berada dalam dua kemungkinan, termasuk antara kondisi aman dan tidak aman. Karena itu, setiap keadaan hendaknya dihadapi dengan kesadaran bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala merupakan tempat bergantung dan kembali.
“Orang yang berilmu dan beriman akan menjadikan musibah sebagai momentum meningkatkan kebaikan,” ujar Fhatur Rachman Ola. Menurutnya, kebaikan tersebut tidak hanya diwujudkan dalam hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Ia juga mengingatkan pentingnya melakukan muhasabah ketika menghadapi musibah. Berdasarkan Surah Ar-Rum ayat 41, kerusakan di darat dan laut dikaitkan dengan perbuatan manusia, sehingga masyarakat diajak semakin bertanggung jawab dalam menjaga alam.
Menurut Fhatur, berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor dapat menjadi pengingat untuk mengevaluasi perilaku manusia terhadap lingkungan. Penebangan pohon secara berlebihan, membuang sampah sembarangan, penyempitan sungai, serta berkurangnya daerah resapan air menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.
Selain menjadi momentum memperbaiki diri, musibah juga dapat menjadi jalan bagi seorang mukmin untuk memperoleh penghapusan dosa melalui kesabaran. Ia mengutip hadis riwayat Bukhari yang menjelaskan bahwa berbagai kesusahan yang menimpa seorang mukmin, bahkan hingga duri yang menusuk tubuhnya, dapat menjadi sebab Allah menghapus kesalahan-kesalahannya.
Tausiah tersebut ditutup dengan ajakan agar masyarakat tidak saling menyalahkan ketika menghadapi musibah, melainkan bersama-sama melakukan pembenahan diri dan lingkungan. Dengan kesabaran, keimanan, dan kepedulian terhadap sesama, musibah diharapkan menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih baik, aman, tenteram, serta membawa kebahagiaan dunia dan akhirat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....