Tiga Suster SFSC Menapaki Babak Baru dalam Perjalanan Panggilan
- 18 Sep 2026 13:43 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende- Sebuah langkah baru dalam perjalanan panggilan hidup membiara dimulai di Kapel Biara SFSC Nita, Maumere, Kamis, 17 September 2026. Bertepatan dengan Pesta Stigmata Santo Fransiskus Assisi, Suster Veronika Tuku, SFSC, Suster Hildegardis Lapy, SFSC, dan Suster Yunita Kara, SFSC mengikrarkan Kaul Pertama dengan tekad menghayati tiga nasihat Injil, yakni ketaatan, tanpa milik, dan kemurnian.
Pater Charles Lelu U. S. A. Talu, OFM, Pastor Paroki Aeramo, saat diwawancarai oleh RRI Ende pada Kamis, 17 September 2026 di Kapel Biara SFSC, mengatakan pengikraran Kaul Pertama menjadi langkah bagi ketiga Neo Profes untuk melanjutkan cara hidup Santo Fransiskus dalam mengikuti Kristus. Menurutnya, pengalaman Stigmata Santo Fransiskus mengingatkan para Neo Profes untuk berani mengikuti Yesus yang terluka di salib sekaligus menempatkan seluruh perjalanan hidup mereka dalam tangan Allah.
Ia menjelaskan, Ketiga Neo Profes tersebut berasal dari tiga keuskupan berbeda dan telah menjalani proses pembinaan sebelum mengikrarkan kaul pertama. Suster Veronika Tuku, SFSC berasal dari Keuskupan Agung Ende, Paroki Hati Kudus Yesus Maunori; Suster Hildegardis Lapy, SFSC dari Keuskupan Atambua, Paroki Santo Fransiskus Xaverius Fatuoni; sedangkan Suster Yunita Kara, SFSC dari Keuskupan Maumere, Paroki Santa Maria Imakulata Lekebai.
Ia mengungkapkan, Perayaan Kaul Pertama berlangsung pukul 16.00 WITA di Kapel Biara SFSC Nita, Maumere. Ketiganya mengusung tema “Demikianlah kamu di tangan-Ku” yang bersumber dari Yeremia 18:6, menggambarkan keyakinan bahwa Allah terus membentuk manusia seperti tukang periuk yang memperbaiki tanah liat agar menjadi bejana yang berguna.
Menurutnya, Tema tersebut juga menjadi refleksi atas perjalanan pembinaan yang mereka jalani dengan berbagai pengalaman, termasuk kerapuhan dan proses pengolahan diri. “Dari kerapuhan dan kelemahan, dari jatuh bangun pengolahan diri dan iman kami mengalami Allah yang terus membentuk kami.
Ia menambahkan, Perayaan Kaul Pertama dipimpin Pater Charles Lelu U. S. A. Talu, OFM, Guardian Gardianat Rieti Flores Tengah. Dalam kotbahnya, Pater Charles menghubungkan Pesta Stigmata Santo Fransiskus dengan keberanian para Neo Profes untuk melanjutkan cara hidup Fransiskus dalam mengikuti Kristus.
“Setelah Fransiskus mengalami stigmata yaitu menerima pada tubuhnya lima luka Kristus delapan abad yang lalu, semacam tongkat estafet yang tak pernah putus, para Neo Profes mau melanjutkan cara Fransiskus mengikuti Yesus yang terluka di salib". Ia mengajak ketiganya tidak menjadikan kerapuhan sebagai alasan untuk berhenti bertumbuh dalam panggilan, kata pater Charles.
Pater Charles berharap ketiga Neo Profes mampu menjaga kesetiaan terhadap kaul yang telah diikrarkan dan terus belajar mencintai Kristus melalui kehidupan nyata. Ia juga berharap mereka dapat hadir bagi orang-orang miskin, mereka yang diabaikan dan disingkirkan, termasuk masyarakat Flores yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascagempa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....