Polres Manggarai Rilis Data Terbaru, 30 Orang Meninggal akibat Gempa
- 21 Agt 2026 08:42 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Kepolisian Resor Manggarai merilis data terbaru dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Hingga Kamis 20 Agustus 2026 pukul 12.00 WITA, jumlah yang meninggal dunia tercatat mencapai 30 orang.
Data tersebut disampaikan Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah berdasarkan perkembangan laporan dari lapangan. Dua korban tambahan terdiri atas satu orang yang meninggal dunia di RSUD Ruteng dan seorang bayi yang meninggal setelah lahir di Posko Pengungsian Barang Kolo, Kecamatan Reok, pada Rabu 19 Agustus.
“Data terakhir sampai pukul 12.00 WITA, jumlah korban meninggal dunia di Kabupaten Manggarai sebanyak 30 orang. Ada penambahan dua korban, yakni satu korban yang meninggal di RSUD Ruteng dan satu bayi yang lahir di posko pengungsian Barang Kolo,” kata AKBP Levi Defriansyah.
Dengan penambahan tersebut, jumlah korban meninggal dunia meningkat dari sebelumnya 28 menjadi 30 orang. Rinciannya, empat korban meninggal dunia tercatat di RSUD Ruteng, dua orang di Kecamatan Langke Rembong, 14 orang di Kecamatan Reok.
Selain itu Kecamatan Reok Barat dan Kecamatan Cibal masing-masing empat orang meninggal dunia, satu orang di Kecamatan Cibal Barat, dan satu orang di Kecamatan Satar Mese Utara. Selain korban jiwa, Polres Manggarai mencatat sebanyak 6.309 fasilitas mengalami kerusakan.
Kerusakan tersebut meliputi 37 fasilitas pemerintah, 230 fasilitas pendidikan, 13 fasilitas umum atau tempat ibadah, 5.988 fasilitas masyarakat, serta 41 fasilitas kesehatan. Sementara itu, sebanyak 58 posko pengungsian telah didirikan di sejumlah kecamatan. Ribuan warga masih bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu kondisi kembali stabil.
Dalam penanganan bencana, Polres Manggarai mengerahkan personel gabungan yang terdiri atas 100 personel Polri, 31 personel TNI, 68 personel Brimob, lima personel Basarnas, dan enam personel BPBD Jawa Timur.
Untuk memperkuat pengawasan dan pendataan di lokasi pengungsian, Polres Manggarai menempatkan perwira pengendali di setiap posko. Perwira pengendali bertugas melakukan pendataan, berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait, serta memastikan proses evakuasi, pelayanan pengungsi, distribusi bantuan, dan pengamanan berjalan terpadu.
“Setiap posko kita tempatkan perwira pengendali untuk memastikan pendataan, pelayanan, distribusi bantuan, maupun pengamanan berjalan dengan baik. Kami ingin seluruh kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpantau dan ditangani secara terpadu,” ujar Kapolres.
Polres Manggarai bersama Polda NTT juga terus menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak. Bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar, seperti makanan, minuman, dan kebutuhan pokok lainnya, dengan pendistribusian diarahkan kepada warga yang paling membutuhkan.
Kapolres Manggarai mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Masyarakat diminta tetap berada di lokasi aman atau posko pengungsian, mengikuti arahan petugas, serta tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan selalu waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Tetap berada di tempat yang aman, ikuti arahan petugas, dan jangan menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya,” ungkapnya.
Polres Manggarai bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan, evakuasi, pelayanan kepada pengungsi, pendistribusian bantuan, serta memperbarui data sesuai perkembangan di lapangan.
Kapolres memastikan seluruh personel tetap siaga untuk mendukung penanganan bencana sekaligus menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....