Update Bencana Gempa Nagekeo: 10 Orang Meninggal, 28 Ribu Warga Mengungsi

  • 21 Agt 2026 08:46 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Nagekeo — Bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, menimbulkan dampak besar bagi masyarakat. Berdasarkan laporan resmi Media Center Posko Tanggap Darurat per 20 Agustus 2026, tercatat 10 orang meninggal dunia dan 26 orang mengalami luka-luka, terdiri dari 13 korban luka ringan dan 13 korban luka berat.

Dampak gempa juga memaksa puluhan ribu warga meninggalkan tempat tinggal mereka. Sebanyak 28.104 orang tercatat mengungsi, sementara 28.484 jiwa lainnya masih bertahan secara mandiri di sejumlah lokasi yang dinilai aman.

Kondisi ini menunjukkan besarnya kebutuhan penanganan darurat, terutama terkait tempat tinggal, pangan, kesehatan, dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Kerusakan paling besar terlihat pada sektor permukiman dan pendidikan.

Sebanyak 7.430 unit rumah mengalami kerusakan, dengan rincian 3.877 rumah rusak ringan, 2.342 rusak sedang, dan 1.211 rusak berat. Selain itu, sebanyak 415 fasilitas pendidikan dari jenjang TK hingga SMA/SMK turut terdampak dan mengalami gangguan akibat gempa.

Sejumlah fasilitas publik juga mengalami kerusakan. Tercatat 20 fasilitas kesehatan, 85 rumah ibadah, serta 20 perkantoran dan fasilitas umum terdampak.

Infrastruktur transportasi ikut terganggu, dengan satu pelabuhan laut dan sembilan jembatan mengalami kerusakan. Sementara itu, jaringan air bersih di empat titik juga dilaporkan mengalami gangguan yang berpotensi memengaruhi kebutuhan dasar warga.

Dampak gempa turut dirasakan sektor pertanian sebagai salah satu penopang kehidupan masyarakat Nagekeo. Sebanyak 120 saluran irigasi mengalami kerusakan sedang dan 25 titik talang air terdampak.

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah bangunan penting, termasuk kantor BPP Kabupaten Nagekeo, Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, serta beberapa rumah dinas. Data tersebut menjadi gambaran besarnya dampak gempa sekaligus menunjukkan kebutuhan mendesak akan percepatan penanganan dan pemulihan di berbagai sektor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....