Pascagempa Ende, 98 Santri Walisanga Tetap Bertahan di Lorong Ponpres
- 19 Agt 2026 18:53 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Sebanyak 98 santri Pondok Pesantren Walisanga tetap bertahan di area pesantren setelah gempa mengguncang wilayah Ende. Pihak yayasan memutuskan tidak memulangkan para santri ke daerah asal dengan mempertimbangkan kondisi transportasi, keselamatan, dan biaya perjalanan.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Walisanga Nona mengatakan keputusan tersebut telah dikomunikasikan kepada orang tua atau wali santri. Menurutnya, pemulangan dinilai belum menjadi solusi karena kondisi transportasi di sejumlah wilayah masih mengalami kendala.
Ia menyebut biaya perjalanan menuju sejumlah daerah asal santri juga cukup tinggi. Untuk menuju Lembata, misalnya, biaya perjalanan dapat mencapai Rp700 ribu per orang untuk sekali jalan, termasuk kebutuhan menginap.
“Kalau pun pulang, tidak menyelesaikan masalah karena transportasi macet di mana-mana. Biaya perjalanan ke Lembata saja bisa mencapai Rp700.000 karena harus menginap dan lain-lain,” ujarnya kepada RRI Selasa 18 Agustus 2026.
Sebagai langkah keselamatan, seluruh santri saat ini mengungsi di tenda darurat yang didirikan di area terbuka pesantren. Tenda untuk santri putra dan putri ditempatkan secara terpisah, sementara aktivitas di dalam gedung masih dibatasi.
Pembatasan tersebut dilakukan karena sejumlah bangunan pesantren mengalami kerusakan akibat gempa. Kerusakan antara lain berupa plafon ruang kelas dan asrama yang runtuh serta retakan pada tembok tempat ibadah.
Pihak yayasan memilih tetap mendampingi para santri di lingkungan pesantren sembari memantau kondisi bangunan. Pengelola juga terus berkoordinasi dengan orang tua untuk memastikan perkembangan kondisi para santri diketahui secara berkala.
Laporan kondisi santri disampaikan kepada orang tua atau wali murid sebanyak tiga kali dalam sehari. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga komunikasi sekaligus memberikan kepastian kepada keluarga mengenai kondisi anak-anak mereka selama berada di pesantren.
Hingga saat ini, pihak pengelola menyebut belum menerima bantuan tenda maupun sembako dari pemerintah setempat. Meski demikian, kebutuhan para santri tetap diupayakan oleh pihak pesantren sambil menunggu kondisi pascagempa kembali stabil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....