Polsek Wolowaru Salurkan Sembako untuk 46 Pengungsi Gempa di Desa Niramesi

  • 19 Agt 2026 10:03 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Polsek Wolowaru menyalurkan bantuan sembako kepada 46 warga terdampak gempa bumi yang mengungsi di Desa Niramesi, Selasa 18 Agustus 2026 sore.Bantuan tersebut diserahkan di halaman SD Katolik Oka sekitar pukul 16.00 Wita, setelah dihimpun melalui gotong royong warga.

Kapolsek Wolowaru, Ipda Ubaldus Maku memimpin penyaluran didampingi Ketua Bhayangkari, Wakapolsek, para Kanit, dan personel Pospol Moni setempat. Logistik itu diberikan kepada 12 kepala keluarga atau 46 jiwa, termasuk lansia, orang tua, dan anak-anak yang masih mengungsi.

Warga penerima kini bertahan di tenda pengungsian setelah gempa bumi melanda Dusun Langgalaa, Desa Niramesi, Kecamatan Wolowaru, Ende. Kondisi itu mendorong warga Kelurahan Bokasape dan sejumlah pelaku usaha mengumpulkan kebutuhan pokok untuk para pengungsi yang terdampak.

Terkumpul tiga karung beras seberat 80 kilogram, 18 rak telur, delapan dus mi instan, serta 22 liter minyak. Bantuan itu sepenuhnya berasal dari swadaya warga Kelurahan Bokasape dan kontribusi pelaku usaha yang peduli terhadap korban gempa.

Kapolsek Wolowaru mengapresiasi Roni, Jefri, Paul, Verni, Orchid, Hendra Misa, dan Din Bai atas kepedulian mereka kepada pengungsi.

Apresiasi juga disampaikan kepada Indomaret yang turut berbagi di tengah keterbatasan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak gempa.

Menurut Ubaldus, keterlibatan warga menunjukkan solidaritas masyarakat dalam membantu sesama saat menghadapi situasi darurat akibat bencana gempa tersebut.

Ia berharap bantuan tersebut meringankan beban pengungsi hingga kondisi kembali aman dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa kembali.

Penyaluran bantuan berlangsung sekitar satu jam dan berakhir pada pukul 17.00 Wita dalam suasana aman serta penuh kekeluargaan.

Polsek Wolowaru memastikan proses pembagian berjalan tertib sehingga seluruh paket diterima keluarga yang membutuhkan di lokasi pengungsian tersebut.

Kehadiran bantuan menjadi penopang sementara bagi warga yang masih menghadapi dampak gempa dan keterbatasan kebutuhan dasar sehari-hari mereka. Gotong royong warga dan pelaku usaha memperlihatkan dukungan lokal tetap bergerak ketika kebutuhan pengungsi harus segera dipenuhi bersama.

Bagi pengungsi, bantuan pangan tersebut setidaknya memberi ruang bernapas sambil menunggu situasi pascagempa berangsur membaik di wilayah mereka. Semangat berbagi itu menjadi pesan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak, bukan hanya pemerintah dan aparat semata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....