Kapolres Sikka Ajak Warga Waspada Hadapi Hoaks Gempa

  • 19 Agt 2026 10:07 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K. mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi isu yang beredar setelah gempa bumi melanda wilayah Sikka. Warga diminta lebih bijak menerima maupun menyebarkan informasi, terutama kabar yang berkaitan dengan kondisi gempa dan penanganan bencana.

Menurut Kapolres, ketenangan masyarakat menjadi salah satu kunci menghadapi situasi kebencanaan. Ia mengingatkan warga tidak menjadikan media sosial sebagai satu-satunya rujukan, terlebih terhadap informasi yang sumbernya tidak jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

AKBP Bambang Supeno menilai informasi memiliki peran besar dalam situasi bencana karena dapat menentukan tindakan yang diambil masyarakat. Informasi yang benar membantu warga bersikap tepat, sedangkan hoaks berpotensi memicu kepanikan dan menghambat penanganan di lapangan.

“Tetap tenang dan jangan mudah percaya terhadap berita maupun isu yang beredar di media sosial atau sumber-sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya. Informasi resmi mengenai perkembangan gempa dan penanganannya, kata dia, akan disampaikan melalui sumber resmi pemerintah.

Masyarakat diminta menjadikan Pemerintah Daerah, BNPB, BMKG, serta TNI dan Polri sebagai rujukan utama untuk memperoleh informasi. Warga juga diingatkan tidak ikut menyebarkan kabar hanya karena informasi tersebut sedang ramai diperbincangkan di media sosial.

Kapolres meminta setiap informasi diperiksa terlebih dahulu sebelum diteruskan kepada orang lain. “Jangan sampai informasi yang belum tentu benar justru menimbulkan kepanikan dan keresahan yang tidak perlu,” ujarnya.

Ia menegaskan, penyebaran berita bohong dalam situasi bencana bukan sekadar persoalan informasi yang keliru. Hoaks dapat berkembang menjadi persoalan sosial ketika dikonsumsi dan disebarluaskan secara masif tanpa melalui proses verifikasi.

Kabar palsu mengenai gempa juga dapat mendorong masyarakat mengambil tindakan yang tidak diperlukan, termasuk meninggalkan lokasi secara panik atau mempercayai prediksi yang tidak memiliki dasar ilmiah. Karena itu, warga diminta tidak menjadi bagian dari rantai penyebaran informasi yang belum teruji kebenarannya.

Jajaran Kepolisian bersama unsur terkait, lanjut Kapolres, akan terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mendukung penanganan dampak bencana. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan warga dengan menjaga situasi tetap kondusif dan tidak memperkeruh keadaan melalui informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Penyebaran berita bohong atau hoaks dapat mengganggu proses penanganan bencana dan pada akhirnya merugikan masyarakat sendiri,” kata AKBP Bambang Supeno. Ia mengajak masyarakat memperkuat solidaritas, gotong royong, dan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan bantuan.

Kapolres juga meminta masyarakat Sikka menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi kondisi pascagempa. Warga diharapkan tidak hanya waspada terhadap potensi bencana, tetapi juga mampu mengenali informasi yang berpotensi memperburuk situasi.

Ia menekankan pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Masyarakat yang menemukan kabar mencurigakan diminta tidak langsung percaya atau menyebarkannya, melainkan memastikan terlebih dahulu sumber dan kebenarannya.

Kapolres Sikka kembali mengingatkan bahwa ketenangan dan kewaspadaan harus berjalan beriringan dalam menghadapi situasi pascagempa. Masyarakat diharapkan tetap mengikuti informasi resmi, tidak mudah terprovokasi, serta bersama-sama melawan hoaks dengan menyebarkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....