Pemerintah Desa Wolowea Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Gempa

  • 18 Agt 2026 22:33 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Nagekeo – Pemerintah Desa Wolowea, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, bergerak cepat membantu warga yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian mandiri pascagempa bumi 15 Agustus 2026. Memasuki hari ketiga pascagempa, pemerintah desa mendistribusikan bantuan telur ayam dengan memanfaatkan Dana Desa melalui pos belanja tak terduga.

Kepala Desa Wolowea Fransiskus Podo, A.Md., kepada RRI, Selasa, 18 Agustus 2026, mengatakan bantuan tersebut diberikan karena hingga kini belum ada bantuan yang masuk ke wilayah desanya. Warga masih memilih bertahan di tenda pengungsian karena gempa susulan masih terus terjadi.

Menurut Fransiskus, kebutuhan mendesak warga saat ini tidak hanya berupa bahan kebutuhan pokok dan obat-obatan, tetapi juga selimut serta air minum bersih. Kondisi cuaca yang dingin membuat selimut menjadi salah satu kebutuhan penting bagi warga yang tidur di tenda.

“Selain kebutuhan pokok dan obat-obatan, selimut juga sangat dibutuhkan mengingat saat ini merupakan puncak musim dingin di wilayah kami,” ujar Francis

.Ia mengatakan, pemerintah desa terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendapatkan bantuan bagi masyarakat terdampak. Bahkan, pada Selasa sore, pihaknya berencana menuju Mbay untuk menjemput bantuan pemerintah yang akan disalurkan kepada warga Desa Wolowea.

Francis berharap pemerintah, lembaga swadaya masyarakat atau NGO, serta para pemangku kepentingan lainnya dapat memberikan perhatian terhadap kondisi dan kebutuhan dasar warga yang masih berada di tenda pengungsian mandiri. Khusus untuk air minum bersih, dukungan pemerintah dinilai sangat dibutuhkan karena menjadi kebutuhan utama masyarakat dalam situasi darurat.

“Kami masih membutuhkan dukungan pemerintah untuk penyediaan air minum bersih bagi warga yang saat ini sedang menghadapi kesulitan,” katanya.

Pemerintah Desa Wolowea juga terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga diminta tidak sering berada atau beraktivitas di dalam rumah hingga kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....