Pemkab Sikka Percepat Distribusi Logistik Korban Gempa

  • 18 Agt 2026 15:39 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Pemerintah Kabupaten Sikka terus mempercepat pendistribusian bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi tektonik yang melanda wilayah tersebut. Hingga Selasa, 18 Agustus 2026, distribusi bantuan masih berlangsung dari Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Jalan Mawar, Perumnas Maumere.

Ketua Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa, mengatakan penyaluran bantuan telah dimulai sejak Minggu, 16 Agustus 2026. Bantuan untuk masyarakat terdampak di Kecamatan Palue dibawa langsung Bupati Sikka bersama Forkopimda dan Tim PLN Flores Bagian Timur.

“Pendistribusian logistik sudah dilakukan sejak Minggu, 16 Agustus 2026,” kata Margaretha saat ditemui di Pos Komando Tanggap Darurat, Selasa 18 Agustus 2026. Menurutnya, distribusi terus dilakukan agar kebutuhan dasar warga terdampak, terutama yang masih berada di lokasi pengungsian, dapat segera terpenuhi.

Selain Palue, penyaluran bantuan dilakukan secara serentak di 20 kecamatan lainnya di Kabupaten Sikka. Para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) memimpin langsung distribusi sesuai wilayah dan tugas masing-masing, dengan proses penyaluran bahkan berlangsung hingga sekitar pukul 03.00 WITA.

Bantuan yang dikirim mencakup berbagai kebutuhan dasar, mulai dari air mineral, beras, minyak goreng, mi instan, susu, gula, telur, roti, biskuit, makanan bayi, hingga paket sembako dan nasi kotak. Pemerintah juga menyalurkan kebutuhan keluarga dan sanitasi seperti pembalut, popok bayi, sabun, tikar, selimut, terpal, obat-obatan, serta kebutuhan pendukung lainnya.

Khusus untuk wilayah pengungsian di Palue, bantuan yang disalurkan antara lain lima tenda pengungsi berukuran 6 x 12 meter dan 146 tenda keluarga berukuran 4 x 4 meter. Bantuan tersebut dilengkapi 200 kasur lipat, 400 tikar, 400 selimut, 300 paket sembako, 100 kids ware, 10 genset, 100 hygiene kit, lima water tank, tiga baterai light power, dan dua charger light power.

Di tengah penanganan dampak gempa, Pemkab Sikka juga tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana lainnya. Hingga Senin, 17 Agustus 2026, pemerintah mendroping bantuan air minum ke Desa Kringa untuk memenuhi kebutuhan warga setelah sumber air masyarakat tercemar akibat aktivitas erupsi Gunung Lewotobi.

Margaretha memastikan bantuan yang masuk ke Posko BPBD Kabupaten Sikka tidak dibiarkan menumpuk dan langsung diproses untuk disalurkan. “Kami pastikan tidak ada penumpukan logistik di Posko BPBD Kabupaten Sikka,” tegasnya.

Untuk menjaga distribusi tetap cepat dan merata, Posko Komando Tanggap Darurat terus berkoordinasi dengan BPBD, OPD, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, serta unsur terkait lainnya. Koordinasi tersebut diarahkan untuk memastikan bantuan tiba di wilayah yang membutuhkan sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....