BNPB Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Gempa Palue

  • 18 Agt 2026 08:09 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim gabungan kembali menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin 17 Aguustus 2026. Bantuan ini dikirim untuk memenuhi kebutuhan warga yang masih berada dalam kondisi darurat pascagempa.

Bantuan tahap kedua tersebut diberangkatkan menggunakan kapal feri KMP Ile Ape dari Pelabuhan Kewapante. Sebelumnya, bantuan tahap pertama telah dikirim pada Minggu 16 Agustus /2026 menggunakan speedboat milik Polair.

Logistik yang dikirim mencakup 150 unit tenda keluarga, 400 lembar matras, enam unit genset beserta enam jeriken BBM berkapasitas masing-masing 20 liter, serta 10 boks peralatan listrik. Tim juga membawa 600 paket sembako, 100 dus air minum, 1,6 ton beras untuk kebutuhan sekitar satu pekan, 300 selimut, 100 paket hygiene kits, 100 paket kidsware, dan 150 liter minyak goreng.

KMP Ile Ape tiba di Pulau Palue pada Senin sekitar pukul 17.20 WITA. Setibanya di lokasi, bantuan langsung dibongkar dan diterima Sekretaris Camat Palue, Maria Bernadeta Roja, di Kantor Camat Palue untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga terdampak.

Proses distribusi bantuan menghadapi tantangan medan karena sebagian kebutuhan harus diangkut melalui jalur darat yang cukup sulit. Tim gabungan bergerak cepat agar bantuan dapat segera menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama warga yang memerlukan tempat berlindung dan kebutuhan pokok.

Penanganan pascagempa juga menyasar pemulihan jaringan listrik di Pulau Palue. Data PLN UP3 Flores Bagian Timur per Senin 17 Agustus 2026 pukul 17.00 WITA mencatat, dari enam gardu distribusi yang terdampak, empat gardu telah kembali menyala, sedangkan dua gardu masih padam.

Selain logistik dan dukungan hunian, masyarakat terdampak juga mendapat bantuan obat-obatan serta pelayanan kesehatan. Pusat Krisis Kementerian Kesehatan mengerahkan delapan tenaga medis untuk membantu memenuhi kebutuhan layanan kesehatan di wilayah terdampak.

BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, dan unsur terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Pemantauan kondisi masyarakat juga dilakukan guna memetakan kebutuhan lanjutan selama masa tanggap darurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....