Menteri PU Minta Pemkab Ende Susun Daftar Kebutuhan Infrastruktur Pascagempa

  • 17 Agt 2026 21:47 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Ir. Dody Hanggodo, MPE, memastikan penanganan infrastruktur menjadi bagian penting dalam pemulihan Kabupaten Ende pascagempa. Pemerintah pusat akan memetakan kerusakan dan kebutuhan penanganan mulai dari jalan, jembatan, irigasi hingga Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Dody mengatakan pemetaan diperlukan agar penanganan dapat disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga akan menginventarisasi fasilitas publik dan bangunan strategis yang terdampak gempa.

“Kita butuh list-nya apa saja yang mesti kita kerjakan. Bangunan perkantoran strategis, terus jalan, jembatan, irigasi. Kalau butuh air, SPAM, itu nanti kita juga kerjakan,” ujar Dody kepada RRI, Senin 17 Agustus 2026.

Dody menyebut dirinya telah melihat langsung sejumlah fasilitas yang terdampak gempa di Kabupaten Ende. Hasil peninjauan tersebut selanjutnya akan menjadi bagian dari koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menentukan langkah teknis penanganan.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Ende menyampaikan rincian kebutuhan secara tertulis. Data tersebut diperlukan agar pekerjaan dapat disusun secara terarah, efektif, dan sesuai dengan prioritas kerusakan di lapangan.

Menurut Dody, penanganan infrastruktur tidak hanya menyangkut pembangunan kembali fasilitas yang rusak. Pemulihan harus dilakukan secara menyeluruh agar infrastruktur kembali berfungsi dan aktivitas masyarakat dapat segera berjalan normal.

Sementara itu, Wakil Bupati Ende Dominikus Minggu Mere mengatakan pemerintah daerah sedang menyusun data kebutuhan penanganan pascagempa. Data tersebut akan diserahkan kepada Menteri PU sebelum Dody kembali ke Jakarta.

Dominikus mengatakan bantuan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTT juga mulai masuk ke Kabupaten Ende. Bantuan tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat dan kelompok yang membutuhkan berdasarkan hasil pendataan di lapangan.

Ia menyebut kebutuhan tenda masih menjadi salah satu persoalan yang dikeluhkan masyarakat. Sejumlah warga memilih tidur di luar rumah, seperti di pendopo dan teras, karena masih mengkhawatirkan kondisi bangunan setelah gempa.

Pemerintah Kabupaten Ende bersama pemerintah pusat dan pemerintah provinsi terus melakukan koordinasi untuk mempercepat penanganan dampak gempa. Perbaikan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat diharapkan dapat berjalan seiring dengan proses pemulihan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....