Kapolres Ende Pastikan Jalur Maukaro Aman, Bantuan Presiden Dikawal

  • 17 Agt 2026 21:48 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Polres Ende bersama Brimob NTT bergerak cepat menangani dampak gempa yang mengguncang sejumlah wilayah Kabupaten Ende, Senin 17 Agustus 2026 sore. Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata bersama Kompi 3 Batalyon Pelopor Satbrimob NTT meninjau Dusun Nioniba, Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro.

Petugas mendirikan tenda darurat untuk warga yang sementara bertahan di bawah tenda seadanya setelah gempa merusak permukiman setempat. Peninjauan dilakukan untuk memverifikasi informasi media sosial mengenai jalan retak atau terbelah serta rumah warga yang dilaporkan roboh.

Rombongan menempuh perjalanan darat sekitar 100 kilometer dari Kota Ende selama 2,5 jam menuju lokasi terdampak gempa tersebut. Setibanya di Maukaro, petugas memastikan akses jalan tetap lancar dan aman bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kapolres Ende menyebut tidak ditemukan retakan atau jalan terbelah yang menghambat perjalanan maupun distribusi bantuan menuju Maukaro tersebut. Kondisi itu membuka akses penyaluran sembako dan logistik dari pemerintah maupun masyarakat tanpa hambatan berarti menuju warga terdampak.

Polisi kemudian mengawal 725 paket bantuan sembako dari Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat terdampak gempa di tiga kecamatan. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga di Kecamatan Maukaro, Maurole, dan Wewaria yang terdampak langsung oleh guncangan gempa tersebut.

Untuk menjaga ketersediaan logistik, Kapolres memerintahkan Bhabinkamtibmas dan Kapolsek mendata kebutuhan mendesak warga di setiap wilayah terdampak gempa. Pendataan itu menjadi dasar untuk menentukan prioritas bantuan, terutama terpal, air bersih, air minum, serta makanan siap saji.

Kebutuhan terpal menjadi perhatian karena sebagian warga masih membutuhkan tempat berlindung sementara setelah meninggalkan rumah masing-masing pascagempa. Selain tempat tinggal sementara, warga juga membutuhkan pasokan air dan pangan agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi selama mengungsi.

Kapolres mengimbau warga tetap waspada terhadap kondisi rumah dan lingkungan selama proses pemulihan berlangsung setelah gempa terjadi tersebut. Warga yang mengungsi diminta memastikan rumah terkunci ketika ditinggalkan untuk mencegah pencurian dan gangguan keamanan lainnya di lingkungan.

Polisi juga memastikan pengamanan jalur dan distribusi bantuan tetap berjalan seiring pemantauan kondisi wilayah terdampak secara berkala langsung. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan masyarakat dan pemerintah dapat segera diterima warga yang membutuhkan di lokasi pengungsian.

Kehadiran petugas di lokasi sekaligus menjadi upaya memastikan informasi mengenai kerusakan dan akses jalan sesuai kondisi lapangan sebenarnya. Dengan akses tetap terbuka, penyaluran bantuan menuju Maukaro, Maurole, dan Wewaria dapat dilakukan menggunakan kendaraan secara aman dan lancar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....