Kemenag Sikka Tinjau Rumah Ibadah Terdampak Gempa, Utamakan Keselamatan Umat

  • 17 Agt 2026 17:33 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka - Keselamatan umat menjadi perhatian Kementerian Agama Kabupaten Sikka pascagempa bumi yang mengguncang Pulau Flores pada Sabtu 15 Agustus 2026. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sikka, Muhammad Syafiuddin, turun langsung meninjau kondisi rumah ibadah pada Minggu, 16 Agustus 2026.

Dua lokasi yang dikunjungi yakni Gereja St. Maria Magdalena Nangahure dan Masjid Nurul Yaqin Ndete untuk memastikan kondisi bangunan serta tingkat kerusakan akibat gempa. Di Gereja St. Maria Magdalena Nangahure, sejumlah bagian plafon mengalami keruntuhan dan terdapat retakan pada dinding bagian luar maupun dalam bangunan.

Sementara di Masjid Nurul Yaqin Ndete, sejumlah bagian dinding juga mengalami retakan akibat kuatnya guncangan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kedua rumah ibadah merupakan ruang publik yang digunakan umat untuk beribadah dan menjalankan berbagai aktivitas keagamaan.

Pihak gereja dan pengurus masjid menyambut baik peninjauan langsung yang dilakukan Kemenag Sikka. Mereka berharap kondisi kerusakan dapat segera dipetakan sehingga penanganan dapat dilakukan dengan tepat. Bagi pengelola rumah ibadah, aspek keamanan menjadi pertimbangan utama sebelum aktivitas peribadatan kembali berlangsung secara normal, terutama pada bagian bangunan yang mengalami kerusakan.

Muhammad Syafiuddin mengatakan, peninjauan tersebut merupakan langkah awal untuk mengetahui kondisi rumah ibadah secara langsung. “Peninjauan ini menjadi langkah awal untuk melihat secara langsung kondisi rumah ibadah yang terdampak. Kita perlu mengetahui tingkat kerusakannya agar dapat menentukan langkah penanganan dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” katanya.

Kemenag Sikka selanjutnya akan melakukan pendataan terhadap rumah ibadah terdampak sebagai bahan koordinasi dengan Pemkab Sikka, Kanwil Kemenag Provinsi NTT, dan Kemenag RI. Kemenag Sikka mengimbau pengelola rumah ibadah dan masyarakat tetap waspada serta tidak memaksakan penggunaan bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman. Pemerintah juga akan terus memantau kondisi rumah ibadah dan berkoordinasi sesuai kebutuhan di lapangan.

Langkah tersebut diharapkan memastikan rumah ibadah dapat kembali digunakan, namun tetap mengutamakan keselamatan umat di tengah situasi pascagempa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....