Polres Matim Respons Cepat Gempa M7,7, Masyarakat Diimbau Waspadai Gempa Susulan
- 15 Agt 2026 21:37 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Timur - Polres Manggarai Timur memperkuat pemantauan wilayah setelah gempa M7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu,15 Agustus 2026. Gempa terjadi pukul 05.58 WITA dengan episenter di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah Flores, termasuk Kabupaten Manggarai Timur, sehingga aparat bergerak melakukan pemantauan lapangan sejak pagi. Petugas memeriksa kondisi warga, rumah, fasilitas umum, infrastruktur, serta lokasi yang berpotensi mengalami gangguan akibat guncangan gempa tersebut.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi keamanan masyarakat sekaligus mengidentifikasi kerusakan yang membutuhkan penanganan segera di lapangan saat ini. Data lapangan masih bersifat sementara karena petugas perlu melakukan verifikasi sebelum menetapkan jumlah korban maupun kerusakan secara menyeluruh.
Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto mengarahkan personel membantu warga, mengamankan lokasi terdampak, serta mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban. Personel juga disiapkan mendukung evakuasi apabila kondisi lapangan mengharuskan warga dipindahkan ke tempat yang lebih aman dari lokasi terdampak.
Pemantauan dilakukan bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, desa, dan instansi terkait lainnya di lapangan. Koordinasi lintas sektor diarahkan agar kebutuhan warga dan penanganan dampak gempa dapat dilakukan cepat berdasarkan kondisi aktual setempat.
Gempa utama sempat memicu peringatan dini tsunami, sebelum BMKG mengakhiri peringatan tersebut pada pukul 07.30 WIB pagi tadi. Masyarakat tetap diminta tenang dan mengikuti informasi resmi, sambil mewaspadai kemungkinan gempa susulan yang masih terjadi di wilayah Flores.
BMKG mencatat 235 aktivitas gempa susulan hingga pukul 14.00 WIB, dengan magnitudo berkisar 2,5 hingga 6,2 di Flores. Aktivitas tersebut menunjukkan tren masih tinggi, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan arahan petugas di lapangan.
Warga yang berada dalam bangunan rusak diminta tidak kembali masuk sebelum kondisi bangunan dinyatakan aman oleh petugas berwenang. Masyarakat juga perlu berhati-hati saat melintasi jalan rusak maupun kawasan rawan longsor setelah guncangan gempa terjadi di daerah.
“Kami mengimbau masyarakat Manggarai Timur tetap tenang, tidak panik, tetapi waspada terhadap kemungkinan gempa susulan,” kata Haryanto, ujarnya. Ia meminta warga mengikuti arahan petugas dan informasi resmi BMKG maupun pemerintah daerah, serta tidak menyebarkan kabar belum terverifikasi.
Polres Manggarai Timur terus memperbarui hasil pemantauan dan pendataan seiring masuknya laporan dari setiap wilayah kecamatan yang terdampak. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan respons keamanan dan bantuan kemanusiaan bergerak sesuai kebutuhan masyarakat pascagempa di lapangan setempat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....