Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Manggarai Timur, Fasilitas dan Rumah Rusak Parah
- 15 Agt 2026 21:38 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Timur - Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Sabtu 15 Agustus 2026 sekitar pukul 04.58 WITA dinihari. Getaran kuat dirasakan di seluruh wilayah, sementara pusat gempa berada di laut sekitar 10–15 kilometer dari pesisir Mbay.
Guncangan kuat membuat sejumlah fasilitas umum, rumah warga, tempat ibadah, kendaraan, dan akses jalan mengalami kerusakan di berbagai lokasi. Polres Manggarai Timur bersama jajaran langsung melakukan pemantauan, pengamanan, dan pendataan di sejumlah titik terdampak gempa hingga siang.
Peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan setelah gempa, tetapi kemudian dicabut setelah pemantauan kondisi perairan dilakukan oleh pihak berwenang. Meski peringatan berakhir, warga diminta tetap waspada karena gempa susulan dapat terjadi sewaktu-waktu setelah guncangan utama yang kuat.
Pemutakhiran data hingga pukul 13.04 WITA mencatat kerusakan fasilitas publik dan infrastruktur di beberapa kecamatan Manggarai Timur setempat. Petugas masih memeriksa lokasi terdampak untuk memastikan tingkat kerusakan, kebutuhan penanganan, serta nilai kerugian sementara di lapangan kini.
Puskesmas Waelengga menjadi salah satu fasilitas terdampak, dengan kerusakan terjadi pada bagian gedung dan pagar setempat akibat gempa. Gereja Paroki St. Yosep Kisol juga dilaporkan mengalami kerusakan setelah guncangan kuat melanda wilayah tersebut pada Sabtu pagi.
Jembatan Wae Mokel di Kelurahan Watunggene mengalami keretakan sehingga kondisi strukturnya masih menjadi perhatian petugas setempat di lapangan. Gedung Dinas Kehutanan Waelengga yang dihuni Servas Pencok mengalami kerusakan parah dengan estimasi kerugian sementara sekitar Rp150 juta.
Kerusakan parah turut dilaporkan pada Gedung Bank BRI KCP Borong, Gedung Paroki St. Gregorius Borong, dan Bengkel Mobil Otobos. Di wilayah Tekoteang, akses jalan Waelengga–Borong sementara tidak dapat dilalui karena tertutup longsoran kayu dan batu berukuran besar.
Longsoran tersebut menghambat mobilitas masyarakat dan membuat akses transportasi terganggu untuk sementara waktu bagi warga setempat di kawasan. Kerugian fasilitas umum dan infrastruktur lainnya belum dapat dipastikan karena proses pendataan masih berlangsung di lapangan hingga kini.
Dampak gempa juga dirasakan sejumlah tempat ibadah di wilayah hukum Polsek Lamba Leda Utara dengan tingkat kerusakan beragam.
Gereja Paroki St. Petrus Paulus Dampek dilaporkan rusak berat, sedangkan Gereja St. Agustinus Weleng mengalami kerusakan ringan pascagempa.
Gereja St. Yusup Benteng Jawa juga mengalami kerusakan ringan berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan personel di lapangan setempat. Sebanyak 16 tempat ibadah terdampak, terdiri atas delapan unit rusak berat dan delapan unit lainnya rusak ringan sementara.
Kerusakan berat tercatat pada Masjid Abdulrahman Waso, Masjid Nurul Yasin Dampek, serta Masjid Al-Amin Nanga Lirang di sana. Masjid Al-Istiqama Ronting, Mushola Nurul Hidaya Binaan, Masjid Nurul Baroqah Nanga Rema, dan Mushola Nanga Pede juga rusak berat.
Kerusakan ringan tercatat pada Masjid Al-Rahman Ronting, Masjid Baitul Ismail Roket, dan Masjid Nurul Arafah Pering setempat juga. Masjid Al-Fathia Rondon, Masjid Nurul Baroqah Benteng Jawa, dan Mushola Nurul Baraqa Arafa Gongger turut dilaporkan rusak ringan.
Di Wae Reca, Kelurahan Rana Loba, bangunan milik Selphyanus Tovin dilaporkan roboh setelah terdampak guncangan kuat pagi tadi. Bengkel mobil milik Bernardus Efrit juga rusak setelah kanopi roboh dan menimpa empat kendaraan yang sedang terparkir setempat.
Agus Supriyanto mengalami kerusakan rumah sekaligus kerusakan pada Honda Brio dan sepeda motor Honda Scoopy miliknya akibat gempa. Di Desa Nanga Labang, satu rumah milik Herman Paji dilaporkan roboh dan membutuhkan penanganan lebih lanjut dari petugas.
Robertus Ruharman melaporkan satu kios roboh dan tembok rumah retak setelah gempa mengguncang kawasan tersebut pada pagi itu. Rumah bagian belakang milik Niko Lodo dan Tinus Lodo juga dilaporkan roboh akibat guncangan gempa yang cukup kuat.
Kerusakan lain menimpa dua bagian tembok depan kios milik Lian Waju di kawasan Nanga Labang setelah gempa terjadi. Sebagian rumah milik Grandus Antus juga roboh dan mengalami retak pada beberapa bagian bangunan setelah guncangan gempa kuat.
Di Kecamatan Kota Komba, sejumlah warga mengalami kerusakan bangunan dengan nilai kerugian sementara masih dalam proses pendataan lapangan. Paskalis Witak di Waelengga mencatat estimasi kerugian sekitar Rp40 juta setelah gempa kuat merusak bangunannya di lokasi tersebut.
Lius Ndejong di Sere, Kelurahan Tana Rata, mengalami kerugian sekitar Rp50 juta akibat kerusakan bangunan rumahnya pascagempa tersebut. Yonas Bana dan Yanto di Ngembu, Desa Komba, masing-masing diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp15 juta setelah gempa kuat.
Kristus Nono, almarhum, tercatat mengalami kerugian sekitar Rp100 juta akibat kerusakan bangunan di wilayah terdampak pada gempa tersebut. GNilai kerugian warga di Kota Komba belum final karena petugas masih melakukan verifikasi terhadap kondisi bangunan secara menyeluruh.
Di Lamba Leda Utara, bangunan pemerintah dan rumah warga juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan sampai berat di sana. Pendataan rinci masih dilakukan personel untuk memetakan kerusakan, menentukan kebutuhan, dan mengidentifikasi warga yang memerlukan bantuan langsung.
Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto bersama jajaran turun memantau sejumlah lokasi terdampak dan memimpin pendataan lapangan secara langsung. "Pemantauan dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus mempercepat identifikasi kerusakan fasilitas, rumah, dan akses transportasi di wilayah terdampak," katanya.
Polres berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, desa, dan instansi terkait lainnya di lapangan. Koordinasi tersebut diarahkan untuk memperkuat penanganan darurat, membuka akses terganggu, serta memastikan kebutuhan warga terdampak segera teridentifikasi secepatnya.
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan di sekitar wilayah terdampak. Warga juga diminta menjauhi bangunan rusak, lokasi rawan longsor, serta mengikuti arahan petugas selama proses penanganan berlangsung setempat.
Kapolres menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam pemantauan dan penanganan dampak gempa di daerah tersebut saat ini. Personel kepolisian terus bergerak memantau kondisi sekaligus memastikan situasi keamanan tetap aman dan kondusif di seluruh wilayah terdampak.
Polres memastikan data kerusakan dan kerugian masih bersifat sementara serta dapat berubah sesuai hasil verifikasi terbaru di lapangan. Pemutakhiran data akan terus dilakukan untuk memperoleh gambaran dampak yang lebih akurat dan menyeluruh sebagai dasar penanganan lanjutan.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh petugas berwenang setempat. Kewaspadaan warga diperlukan untuk mengurangi risiko korban dan kerugian tambahan selama masa pemulihan pascagempa berlangsung di berbagai lokasi
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....