Ditpolairud Evakuasi Ibu Hamil di Pulau Papagarang ke Labuan Bajo
- 14 Agt 2026 12:40 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Personel Marnit Labuan Bajo, Ditpolairud Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengevakuasi seorang ibu hamil, Nurmala (22), warga Pulau Papagarang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, ke Labuan Bajo setelah mengalami pecah ketuban, Kamis malam 13 Agustus 2026 malam.
Evakuasi dilakukan karena Nurmala membutuhkan penanganan medis segera dan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap di Labuan Bajo. Laporan mengenai kondisi tersebut diterima personel Marnit Labuan Bajo sekitar pukul 18.43 Wita dari bidan Pustu Papagarang, Nurbaya dan Ade Fitria Ningsih.
Personel kemudian bergerak menggunakan RIB Intercept 03 Ditpolairud Polda NTT. Kapal bertolak dari Labuan Bajo menuju Pulau Papagarang sekitar pukul 19.10 Wita.
Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution, mengatakan evakuasi tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan, khususnya dalam kondisi darurat.
“Setiap laporan masyarakat yang membutuhkan pertolongan menjadi perhatian kami. Dalam kondisi darurat seperti ini, kecepatan dan keselamatan menjadi hal yang utama,” ujarnya.
Sekitar pukul 19.36 Wita, personel tiba di perairan Pulau Papagarang. Namun, kondisi air laut yang sedang surut membuat RIB Intercept 03 tidak dapat merapat langsung ke dermaga.
Nurmala kemudian dievakuasi menggunakan sampan dari dermaga menuju RIB Intercept 03. Dua bidan Pustu Papagarang turut mendampingi untuk memantau kondisi Nurmala selama perjalanan menuju Labuan Bajo.
Sekitar pukul 20.10 Wita, RIB Intercept 03 bertolak dari perairan Pulau Papagarang menuju Dermaga Marina Labuan Bajo. Kapal tiba sekitar pukul 20.38 Wita.
Setibanya di Labuan Bajo, Nurmala langsung dirujuk ke RSU Komodo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Lebih lanjut Kombes Pol Irwan menegaskan, personel Polairud Polda NTT akan terus memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah kepulauan dan membutuhkan akses transportasi laut dalam kondisi darurat.
“Ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan Polri. Kami ingin masyarakat, termasuk yang berada di pulau-pulau, merasa bahwa mereka tidak sendiri ketika menghadapi situasi darurat,” ungkapnya.
Dirinya juga menyampaikan, kondisi geografis NTT yang terdiri atas banyak pulau membuat keberadaan personel Polairud memiliki peran penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan melalui jalur laut.
Adapun seluruh rangkaian evakuasi Nurmala dari Pulau Papagarang menuju Labuan Bajo berlangsung aman dan terkendali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....