Sekda Matim Tanggung Biaya Pendidikan Cinta, Siswi Yatim Berprestasi Asal Elar

  • 13 Agt 2026 18:03 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Timur – Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Winsensius Tala, berkomitmen penuh untuk menanggung seluruh biaya pendidikan Marselina Lovelia Kurniati Rindu atau Cinta, siswi yatim piatu berprestasi asal Kecamatan Elar.

Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi dan tanpa didampingi orang tua, Cinta dikenal sebagai anak yang berprestasi dan memiliki semangat belajar yang tinggi. Hal inilah yang mengetuk hati Sekda Manggarai Timur itu untuk menjamin kelanjutan pendidikan Cinta.

Cinta yang berusia 11 tahun kini tinggal bersama neneknya, Katarina Labe, yang telah lanjut usia. Keduanya menetap di rumah sederhana di Kampung Compang, RT 015/RW 007, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Winsensius sendiri juga telah berkoordinasi dengan Kepala SMP Negeri 1 Elar untuk memastikan proses pendataan serta kebutuhan pendidikan Cinta dapat ditangani dengan baik.

Dalam wawancara bersama RRI, Kamis sore 13 Agustus 2026, ia menjelaskan bahwa kepedulian terhadap pendidikan anak-anak kurang mampu telah lama menjadi komitmen pribadinya. Kepedulian tersebut tidak hanya diberikan kepada Cinta, tetapi juga kepada anak-anak lain yang membutuhkan dukungan pendidikan.

Dirinya menyebut, hingga kini ia telah membantu sekitar 200 anak untuk melanjutkan pendidikan mereka.

"Banyak orang yang saya bantu, kaka. Sudah 200 anak yang sudah dibantu. Itu. Sudah lama saya lakukan. Prinsipnya sekian persen dari penghasilan kita itu milik orang lain. Selagi bisa kita bantu ya bantu aja," ujarnya.

Winsensius menegaskan komitmen pribadinya untuk membantu membiayai pendidikan Cinta, selama anak tersebut memiliki kemauan dan tekad untuk terus melanjutkan pendidikan. Dukungan itu tidak hanya mencakup jenjang SMP yang sedang ditempuh Cinta saat ini, bahkan hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Ia berharap Cinta dapat terus bersekolah, mengembangkan potensi, dan meraih cita-citanya tanpa terkendala persoalan biaya.

"Intinya di situ asalkan dia mau sekolah aja. Mau sekolah, mau kuliah saya pasti bantu," katanya

Menurutnya, membantu sesama merupakan bagian dari tanggung jawab moral untuk berbagi sebagian dari apa yang dimiliki kepada mereka yang membutuhkan. Selama masih memiliki kemampuan, ia memilih untuk memberikan dukungan secara langsung kepada anak-anak yang kurang mampu.

Dirinya mengakui, Kepedulian terhadap Cinta bermula setelah kondisi dan kisah perjuangannya diketahui melalui media sosial. Informasi tersebut kemudian mendorong Winsensius untuk segera menghubungi Cinta dan keluarganya serta memastikan bentuk bantuan yang dapat diberikan.

Bagi Winsensius, pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk mengubah masa depan anak. Karena itu, kondisi ekonomi keluarga maupun keterbatasan sosial tidak semestinya menjadi alasan seorang anak kehilangan kesempatan untuk bersekolah.

Dirinya berharap Cinta tetap tekun menempuh pendidikan dan tidak kehilangan harapan dalam meraih cita-cita. Menurutnya, kepedulian terhadap sesama harus menjadi bagian dari filosofi hidup, yakni terus berupaya membantu orang lain selama memiliki kemampuan untuk melakukannya.

"Prinsipnya jadi orang baik hidup itu. Jadi kalau kita tidak bisa menemukan orang baik, ada orang baik yang menemukan kita. Itu prinsip filosofi hidup," katanya.

Komitmen Sekda Manggarai Timur tersebut diharapkan dapat semakin menginspirasi banyak pihak untuk tergerak membantu anak-anak di Manggarai Timur yang memiliki semangat belajar dan potensi untuk berkembang, tetapi menghadapi keterbatasan dalam mengakses pendidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....