Terdampak Gempa, PGRI Flores Timur Minta Pemerintah Segera Bayarkan TPG 2025

  • 18 Agt 2026 23:19 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur — Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur, Maksimus Masan Kian, meminta pemerintah pusat segera menyelesaikan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru-guru di Flores yang masih memiliki tunggakan triwulan III dan IV Tahun 2025. Permintaan tersebut disampaikan menyusul gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 dan berdampak terhadap kehidupan masyarakat, termasuk keluarga para guru.

Maksimus mengatakan, kondisi guru saat ini tidak terlepas dari situasi masyarakat Flores yang sedang menghadapi dampak bencana gempa bumi. Kerusakan rumah, meningkatnya kebutuhan keluarga, biaya pengobatan, serta kebutuhan pendidikan anak menjadi persoalan yang harus dihadapi sebagian guru bersama keluarganya.

“Guru-guru juga terdampak bencana sehingga harus memikirkan keselamatan dan kebutuhan keluarganya. Karena itu, kami berharap pemerintah pusat segera menyelesaikan TPG yang masih tertunggak karena pembayaran tersebut tentu sangat membantu guru-guru yang sedang menghadapi kesulitan,” kata Maksimus dalam siaran persnya, 18 Agustus 2026.

Maksimus menjelaskan, persoalan pembayaran TPG tersebut sebenarnya telah diperjuangkan PGRI sebelum gempa bumi melanda Flores. Pada Maret 2026, Pengurus PGRI Kabupaten Flores Timur bahkan mendatangi langsung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta untuk menanyakan kejelasan pembayaran TPG yang masih tertunda.

Maksimus berharap penyelesaian pembayaran TPG dapat menjadi bagian dari dukungan pemerintah kepada guru-guru yang sedang menghadapi dampak bencana bersama keluarganya. Menurutnya, pencairan TPG yang masih tertunda akan sangat berarti bagi guru yang harus memenuhi kebutuhan keluarga, memperbaiki rumah, membiayai kesehatan, serta memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

“Dalam kondisi seperti sekarang, TPG yang masih tertunda sangat berarti bagi guru. Ada yang harus memperbaiki rumah, memenuhi kebutuhan keluarga, biaya kesehatan, dan kebutuhan anak-anak sehingga kami berharap pemerintah segera memberikan kepastian dan menyelesaikan hak guru yang masih tertunda,” kata Maksimus.

Maksimus juga meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Ia berharap Presiden memerintahkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Kementerian Keuangan untuk mengecek kembali pembayaran TPG bagi guru-guru di Flores yang masih tertunggak.

“Kami memohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto agar persoalan ini segera ditindaklanjuti. Kami berharap data dan anggarannya segera dicek, kemudian guru-guru yang memang sudah memenuhi ketentuan dapat segera menerima haknya,” ujar Maksimus.

Salah seorang guru di Flores, Luis Alexander, juga berharap pemerintah segera merealisasikan pembayaran TPG yang masih tertunggak. Ia mengapresiasi bantuan dari berbagai pihak kepada masyarakat terdampak gempa, tetapi berharap hak guru yang belum dibayarkan juga segera diselesaikan.

“Terima kasih atas bantuan yang sudah disalurkan dari berbagai pihak dan kami sangat menghargainya. Namun, kami juga berharap Tunjangan Profesi Guru yang masih tertunggak untuk triwulan III dan IV Tahun 2025 dari pemerintah pusat dapat segera direalisasikan karena pembayaran tersebut tentu sangat membantu kami, terutama guru-guru yang sekarang sedang menghadapi musibah bersama keluarga,” kata Luis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....