Jangan Kalah oleh Algoritma, Anak Muda Perlu Perkuat Filter

  • 13 Agt 2026 13:04 WIB
  •  Ende

RI.CO.ID, Ende- Perkembangan teknologi digital membuat anak muda semakin mudah mengakses berbagai informasi, termasuk konten keagamaan. Kondisi tersebut dinilai membawa peluang sekaligus tantangan bagi perkembangan iman generasi muda. Hal itu disampaikan Pater Charles Lamaberaf, S.Fil., M.Sc., saat diwawancarai Pro 2 RRI Ende dalam program Obras atau Obrolan SPADA, Selasa 11 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, media sosial telah memperluas ruang perjumpaan anak muda dengan berbagai orang dari latar belakang agama, budaya, dan cara hidup yang berbeda. Namun, ruang perjumpaan yang semakin luas juga dapat membuka ruang prasangka melalui penyebaran kebencian, stereotip, dan fanatisme. Ia menilai anak muda perlu memiliki prinsip yang kuat agar tidak mudah terseret arus informasi digital.

Ia mengungkapkan, algoritma media sosial dapat membentuk pola konsumsi informasi yang membuat seseorang terus menerima konten dengan sudut pandang serupa. Kondisi tersebut perlu disikapi secara kritis agar anak muda tidak sampai menganggap kelompok yang berbeda sebagai sesuatu yang aneh atau berbahaya. Ia menegaskan, keterbukaan terhadap teknologi harus tetap disertai kemampuan menyaring informasi.

Menurutnya, filter dalam diri seseorang terbentuk dari berbagai pengalaman, seperti agama, keluarga, pendidikan, lingkungan masyarakat, dan perjumpaan dengan orang lain. Filter tersebut membantu seseorang menentukan informasi yang sesuai dengan prinsip dan nilai yang diyakininya. Ia menambahkan, tidak semua konten yang muncul di media sosial harus diterima dan diserap ke dalam kehidupan pribadi.

Ia juga mengingatkan anak muda agar tidak terburu-buru mengikuti tren yang berkembang di media sosial hanya karena takut tertinggal. Menurutnya, setiap informasi maupun tren perlu dipertimbangkan terlebih dahulu berdasarkan manfaat dan tujuan yang sebenarnya. Sikap tersebut dinilai penting agar anak muda tidak kehilangan kedalaman dalam mengambil keputusan.

Lebih lanjut, Pater menilai teknologi seharusnya digunakan sebagai sarana untuk memperkuat kehidupan dan pendalaman iman. Media digital dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan nilai-nilai agama, membangun komunikasi, serta menjangkau generasi muda dengan cara yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman. Namun, pemanfaatannya tetap harus dilakukan secara bijak dan tidak menggantikan prinsip dasar kehidupan beragama.

Ia menambahkan, anak muda untuk berani berbeda pendapat tanpa menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk bermusuhan. Menurutnya, kedewasaan terlihat ketika seseorang mampu mengatakan tidak setuju terhadap pandangan orang lain, tetapi tetap menghormati orang tersebut. iman yang dewasa tidak membutuhkan musuh untuk membuktikan bahwa dirinya benar.

Ia berharap anak muda mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, media sosial, dan kecerdasan buatan secara positif tanpa kehilangan prinsip dalam kehidupan. Anak muda diharapkan tetap terbuka terhadap perubahan, tetapi mampu menggunakan filter sebelum menerima, mengikuti, maupun menyebarkan sebuah informasi. Dengan sikap tersebut, perkembangan digital dapat menjadi ruang pertumbuhan yang memperkuat iman sekaligus membangun kehidupan sosial yang lebih sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....