Murid MAN Flores Timur Olah Ubi dan Pisang Jadi Produk Bernilai Jual
- 13 Agt 2026 13:09 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Larantuka – Murid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Flores Timur mengolah ubi dan pisang menjadi keripik aneka rasa, kue, dan stik gurih dalam praktik mata pelajaran Muatan Lokal, Selasa 11 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi murid untuk mengenal pengolahan pangan lokal sekaligus mempraktikkan dasar-dasar kewirausahaan.
Dengan pendampingan guru, murid mengikuti seluruh tahapan produksi mulai dari pengolahan bahan, pengemasan hingga pemasaran produk. Hasil olahan kemudian dipasarkan secara terbatas di lingkungan madrasah melalui kantin serta kepada guru, tenaga kependidikan dan sesama murid.
Kegiatan tersebut tidak hanya menekankan kemampuan murid dalam menghasilkan produk makanan. Mereka juga diperkenalkan dengan proses mengubah bahan pangan lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan berpotensi dipasarkan.
Kepala MAN Flores Timur, Budiawati Efendi, mengatakan praktik tersebut menjadi sarana untuk melatih kemandirian murid. Pengalaman terlibat langsung dalam proses produksi hingga pemasaran dinilai dapat membantu murid memahami tahapan dasar dalam menjalankan usaha.
Menurut Budiawati, pembelajaran berbasis praktik memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan keterampilan di luar teori yang diperoleh di kelas. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal yang berguna bagi murid selama mengikuti pendidikan maupun setelah menyelesaikan sekolah.
Pemasaran produk dilakukan secara terbatas sebagai tahap awal untuk melihat penerimaan konsumen di lingkungan madrasah. Masukan dari guru, tenaga kependidikan dan murid dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas produk maupun strategi pemasaran.
Pengolahan ubi dan pisang juga memperkenalkan murid pada pemanfaatan bahan pangan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Bahan tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai produk sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Melalui praktik Muatan Lokal, MAN Flores Timur mendorong murid tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menghasilkan produk. Pengalaman tersebut diharapkan menumbuhkan kreativitas, kemandirian dan keberanian untuk mengembangkan potensi kewirausahaan berbasis pangan lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....