Guru Pancasila Hadapi Tantangan Membentuk Karakter di Era Digital

  • 13 Agt 2026 13:07 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Perkembangan teknologi membuat pembentukan karakter peserta didik menjadi tantangan yang semakin kompleks bagi guru. Guru Pendidikan Pancasila SMA Katolik Giovanni Kupang, Angelina Megi Gadhe Banggo, S.Pd., menilai pendidik harus mampu mengenali karakter siswa sekaligus mengarahkan mereka agar tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila.

Hal tersebut disampaikan Angelina saat diwawancarai Pro 2 RRI Ende dalam program Obras Obrolan Spada, Senin 10 Agustus 2026. Angelina mengatakan setiap siswa memiliki latar belakang keluarga dan karakter yang berbeda-beda.

Kondisi tersebut membuat guru perlu terlebih dahulu mengenal pribadi peserta didik sebelum membangun komunikasi yang efektif. Menurutnya, komunikasi yang baik antara guru dan siswa menjadi kunci untuk memahami kebutuhan sekaligus membantu siswa mengembangkan potensi dirinya.

Ia menjelaskan, pembentukan karakter pada dasarnya bermula dari lingkungan keluarga. Sekolah kemudian melanjutkan proses tersebut melalui pendidikan, pendampingan, serta penguatan nilai-nilai kehidupan.

Guru, kata Angelina, menjadi salah satu perpanjangan tangan orang tua dalam membantu membentuk mental, kepribadian, karakter, dan daya pikir anak. Ia mengungkapkan, perkembangan teknologi menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembentukan karakter peserta didik.

Anak-anak saat ini dapat memperoleh berbagai informasi dan pengalaman melalui perangkat digital dengan sangat cepat. Karena itu, guru perlu mengarahkan siswa agar mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab tanpa meninggalkan nilai-nilai Pancasila.

Pengalaman pandemi Covid-19 menjadi salah satu bagian yang paling berkesan dalam perjalanan Angelina sebagai seorang guru. Saat pembelajaran dilakukan secara daring melalui Zoom dan Google Meet, guru menghadapi kesulitan mengenal karakter siswa karena interaksi tidak berlangsung secara langsung.

"Pengalaman tersebut membuat Angelina semakin memahami pentingnya pertemuan tatap muka dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter," ujarnya.

Menurutnya, setelah pembelajaran kembali dilakukan secara langsung, Angelina merasakan ruang yang lebih besar untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan siswa. Ia juga merasakan tantangan tersebut ketika pertama kali menjadi wali kelas bagi siswa yang beralih dari SMP ke SMA.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....