WKRI Ende Dorong Edukasi TPPO Diperluas ke Sekolah dan Keluarga

  • 13 Agt 2026 13:13 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pengurus Daerah Keuskupan Agung Ende mendorong edukasi mengenai Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) diperluas hingga ke sekolah dan lingkungan keluarga. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat perlindungan anak dan generasi muda dari ancaman perdagangan orang.

Ketua Presidium WKRI DPD Keuskupan Agung Ende, Paulina Pede, mengatakan sosialisasi TPPO tidak cukup hanya diberikan kepada peserta kegiatan. Pengetahuan tersebut perlu diteruskan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing agar semakin banyak keluarga memahami modus dan risiko perdagangan orang.

Dorongan itu disampaikan Paulina usai kegiatan sosialisasi TPPO yang digelar DPC WKRI Kristus Raja Katedral Ende di Hotel Harrison, Selasa 11 Agustus 2026. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi langkah positif untuk meningkatkan pemahaman anggota WKRI mengenai upaya pencegahan TPPO.

“Kami berharap akan diteruskan ke sekolah-sekolah, atau ke lingkungan, ke mana saja di mana kita berada untuk bisa memberikan penguatan, terutama bagi anak-anak kita agar jangan sampai menjadi korban,” ujar Paulina.

Menurut Paulina, anak-anak dan generasi muda perlu mendapat perhatian serius karena tingginya aktivitas mereka di media sosial. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai berbagai potensi ancaman yang dapat mengarah pada perdagangan orang.

Ia mengatakan WKRI selama ini juga bergabung dalam JPIC yang bergerak di bidang pencegahan dan penanganan TPPO. Keterlibatan tersebut menjadi dasar bagi WKRI untuk terus mendorong edukasi dan perlindungan masyarakat, terutama kelompok rentan.

Paulina mengapresiasi DPC WKRI Kristus Raja Katedral Ende yang telah menginisiasi kegiatan sosialisasi dengan menghadirkan narasumber untuk memberikan pembekalan kepada anggota. Menurutnya, kegiatan tersebut memperkuat kapasitas perempuan dalam memberikan perlindungan kepada anak di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Ia berharap sosialisasi serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak anggota WKRI. Informasi mengenai TPPO diharapkan dapat diteruskan ke sekolah, lingkungan tempat tinggal, komunitas umat, hingga keluarga.

Dengan edukasi yang semakin luas, WKRI Keuskupan Agung Ende berharap keluarga dan lingkungan masyarakat dapat menjadi benteng awal pencegahan TPPO. Anak-anak juga diharapkan semakin mampu mengenali potensi bahaya dan tidak mudah terjebak dalam berbagai modus perdagangan orang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....