Festival Golo Koe Bukti Kolaborasi Keuskupan dan Pemerintah Bangun Pariwisata

  • 12 Agt 2026 11:54 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Festival Golo Koe di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara Keuskupan Labuan Bajo, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan potensi pariwisata di Labuan Bajo.

Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, mengatakan Festival Golo Koe yang tahun ini memasuki penyelenggaraan kelima dapat terlaksana berkat kolaborasi yang terjalin antara Keuskupan Labuan Bajo dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama seluruh stakeholder.

“Festival tahun ini adalah Festival Golo Koe yang kelima, Ibu Menteri. Dan ini hadir berkat kolaborasi yang demikian apik, demikian bagus antara Keuskupan dan Pemerintah, serta seluruh stakeholder yang ada di Manggarai Barat,” ujar Yulianus dalam sambutannya saat pembukaan Festival Golo Koe 2026 di Marina Waterfront Labuan Bajo, Senin 10 Agustus 2026.

Menurutnya, Festival Golo Koe tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan. Sejak penyelenggaraan pertama hingga kelima, festival tersebut turut mengangkat berbagai kegiatan di bidang ekologi, pendidikan, sosial karitatif, dan kebudayaan.

Selain itu, Yulianus menilai keberagaman kegiatan tersebut membuat Festival Golo Koe memiliki ruang yang luas untuk melibatkan masyarakat sekaligus memperkenalkan berbagai potensi Manggarai Barat. Pelaksanaan festival juga menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas.

Dukungan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pariwisata, juga dinilai turut memperkuat posisi Festival Golo Koe. Yulianus mengatakan festival tersebut telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) pada 2024 dan tahun ini berhasil masuk dalam jajaran Top 10 KEN.

“Yang menjadi kebanggaan seluruh rakyat Manggarai Barat dan Keuskupan Labuan Bajo, pada tahun 2024 Festival Golo Koe ini sudah masuk dalam Kharisma Event Nusantara, dan pada tahun ini menjadi Top 10 dari Kharisma Event Nusantara,” katanya.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata, atas dukungan yang selama ini diberikan dan berharap kolaborasi tersebut dapat terus dilanjutkan pada penyelenggaraan Festival Golo Koe berikutnya.

“Kami berharap dukungan Kementerian Pariwisata tentu akan berlanjut pada Festival Golo Koe selanjutnya,” ujar Yulianus.

Festival Golo Koe 2026 berlangsung pada 10 hingga 15 Agustus di Labuan Bajo. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berharap kolaborasi lintas sektor yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga festival tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga turut mendukung pengembangan budaya dan pariwisata daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....