Atasi Blank Spot, Flores Timur Uji Fiber Optik dan Microwave Link
- 11 Agt 2026 13:57 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur - Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, terus mencari solusi untuk mengatasi wilayah yang masih mengalami blank spot atau tidak terjangkau jaringan telekomunikasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menguji pemanfaatan jaringan fiber optik dan microwave link dari menara telekomunikasi terdekat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Flores Timur, Silvester Kabelen, mengatakan pemerintah daerah terus membangun komunikasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta sejumlah penyedia layanan telekomunikasi untuk memperluas akses jaringan di wilayah yang belum terjangkau sinyal.
Menurut Silvester, pembangunan menara telekomunikasi membutuhkan biaya yang cukup besar. Karena itu, pemerintah bersama penyedia layanan mencoba alternatif dengan memanfaatkan jaringan fiber optik yang dikombinasikan dengan microwave link dari menara yang sudah tersedia di wilayah terdekat.
Skema tersebut diharapkan dapat membantu menyediakan akses jaringan bagi desa-desa di sekitar menara telekomunikasi yang sudah ada, tanpa harus membangun menara baru di setiap titik blank spot. Saat ini, alternatif tersebut masih dalam tahap uji coba.
Silvester menjelaskan, apabila uji coba tersebut berhasil, metode serupa dapat diterapkan pada titik-titik blank spot lainnya di Flores Timur. Selain memperluas jangkauan jaringan, penggunaan infrastruktur yang sudah tersedia juga diharapkan dapat menekan biaya pembangunan jaringan telekomunikasi.
Upaya tersebut menjadi penting karena pada 2026 terdapat 12 desa di Flores Timur yang masuk wilayah blank spot. Kondisi itu berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan, pelayanan publik, komunikasi, dan kegiatan ekonomi yang semakin bergantung pada akses internet.
Selain menguji solusi berbasis fiber optik dan microwave link, Pemerintah Kabupaten Flores Timur juga mengusulkan pembangunan 21 BTS, dengan empat BTS direncanakan dibangun pada 2026. Empat titik tersebut berada di Site Puhu, Site Kiwang Ona, Desa Gayak, dan Tonuwotan di Adonara Barat.
Silvester mengatakan empat BTS tersebut sudah mulai dikerjakan di lapangan dan diharapkan dapat berfungsi sekitar Oktober 2026. Pemerintah daerah juga mengusulkan agar layanan internet gratis dari BAKTI dapat kembali diaktifkan untuk membantu sekolah, fasilitas kesehatan, dan desa-desa yang mengalami gangguan jaringan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....