Kebiasaan Mendongeng di Rumah Perkuat Kedekatan Orang Tua dan Anak

  • 11 Agt 2026 14:13 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Orang tua tidak perlu menjadi pendongeng profesional untuk mulai bercerita kepada anak. Kehadiran dan kemauan meluangkan waktu bersama anak justru menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman mendongeng yang menyenangkan.

Community and Event Manager Ayo Dongeng Indonesia, Kurniawati Yuli Pratiwi, mengatakan mendongeng merupakan seni berkomunikasi yang dapat dilakukan siapa saja. Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai Pro 1 RRI Ende dalam siaran Florata Malam – Komunitas Bicara, Sabtu 8 Agustus 2026.

Menurut Kurniawati, kemampuan mendongeng secara profesional memang membutuhkan pelatihan dan keterampilan khusus. Namun, orang tua tidak harus memiliki kemampuan tersebut untuk bercerita kepada anak di rumah.

Ia mengatakan anak tidak terlalu mempermasalahkan kualitas suara maupun kemampuan orang tua memainkan karakter ketika bercerita. Anak lebih membutuhkan kehadiran orang tua yang bersedia meluangkan waktu untuk berkegiatan bersama.

Karena itu, orang tua tidak perlu menunggu memiliki waktu luang khusus atau kemampuan yang sempurna untuk mulai mendongeng. Aktivitas tersebut dapat dimulai dari cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan anak.

Untuk membuat cerita lebih menarik, orang tua dapat memilih cerita yang disukai kemudian berlatih menyampaikannya. Latihan dapat dilakukan dengan merekam suara, bercerita di depan cermin, atau berlatih bersama teman.

Kurniawati juga menyarankan orang tua tidak perlu menghafalkan seluruh isi cerita. Menurutnya, memahami alur dan benang merah cerita akan membuat penyampaian lebih alami dan tidak terasa seperti membaca atau menghafalkan teks.

Ia mengingatkan orang tua agar tidak takut lupa atau grogi ketika mendongeng. Jika merasa gugup, orang tua dapat memulai dengan percakapan ringan atau ice breaking sebelum masuk ke cerita utama.

Dongeng juga dapat diselingi nyanyian, gerakan sederhana, maupun permainan yang sesuai dengan karakter anak. Cara tersebut dapat membantu menjaga perhatian anak agar tidak cepat bosan selama mendengarkan cerita.

Menurut Kurniawati, kegiatan mendongeng juga dapat dikembangkan menjadi aktivitas bersama. Orang tua dapat mengajak anak membuat cerita sendiri, menentukan tokoh, atau melanjutkan alur cerita berdasarkan imajinasi mereka.

Interaksi tersebut memberikan ruang bagi anak untuk berkreasi dan menyampaikan gagasan sekaligus memperkuat kedekatan antara orang tua dan anak.

Ia menambahkan, pemilihan cerita perlu disesuaikan dengan usia, kemampuan bahasa, pengalaman, serta kondisi anak. Orang tua juga perlu menentukan tujuan mendongeng, apakah untuk hiburan, pembelajaran, pengenalan nilai, pengembangan karakter, atau membangun kedekatan.

Anak usia dini dapat diberikan cerita sederhana dan repetitif, sedangkan anak yang lebih besar dapat menikmati cerita dengan alur dan konflik yang lebih kompleks. Dengan demikian, cerita yang dipilih dapat disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak.

Kurniawati berharap orang tua tidak merasa minder atau takut dianggap tidak pandai mendongeng. Menurutnya, kebiasaan bercerita dapat dimulai dari keluarga melalui langkah sederhana dan dilakukan secara konsisten.

Pengalaman pertama tidak harus sempurna karena kemampuan akan berkembang seiring keberanian untuk mencoba. Mendongeng diharapkan menjadi ruang bagi keluarga untuk hadir, berkomunikasi, dan tumbuh bersama anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....