Kemenag Ende Tanam 45 Pohon, Perkuat Gerakan Ekoteologi

  • 10 Agt 2026 07:27 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende memperkuat implementasi ekoteologi melalui aksi nyata penanaman 45 anakan pohon pinang hias di halaman Paroki St. Yoseph Detusoko, Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan yang dipimpin Kepala Kemenag Ende, Nikolaus Nama Payon, tersebut melibatkan Komunitas Pegawai Katolik (KOMPAK) dan perwakilan umat sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan.

Penanaman pohon ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran ekologis sekaligus memperkuat peran komunitas keagamaan dalam menjaga alam. Bagi Kemenag, gerakan tersebut sejalan dengan Asta Protas Kemenag Berdampak, khususnya penguatan ekoteologi yang mendorong nilai-nilai keagamaan tidak berhenti pada ajaran, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam merawat lingkungan dan kehidupan.

Nikolaus Nama Payon mengatakan, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama karena alam menyediakan berbagai sumber kehidupan bagi manusia. Ia menegaskan, penanaman pohon bukan sekadar memperindah lingkungan paroki, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kesadaran ekologis secara berkelanjutan.

“Menanam pohon bukan hanya kegiatan untuk menghijaukan halaman paroki. Lebih dari itu, kita sedang menanam kesadaran bahwa alam adalah rahim kehidupan yang harus kita rawat bersama,” ujarnya.

Aksi tersebut sekaligus mempererat kolaborasi antara aparatur Kemenag, komunitas pegawai, dan umat dalam menjaga lingkungan di sekitar rumah ibadah. Perwakilan KOMPAK, Yoseph Nganggo, menyebut keterlibatan komunitas merupakan bentuk komitmen menjadikan kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari penghayatan iman dan tanggung jawab sosial.

Sementara itu, perwakilan umat Paroki St. Yoseph Detusoko, Gabriel Male, menyambut positif kegiatan tersebut karena pohon yang ditanam hari ini diharapkan menjadi sumber keteduhan, keindahan, dan kehidupan pada masa mendatang. Melalui penanaman 45 anakan pohon tersebut, Kemenag Ende bersama KOMPAK dan umat Paroki St. Yoseph Detusoko menunjukkan bahwa penguatan ekoteologi dapat diwujudkan melalui aksi sederhana yang berdampak nyata.

Kolaborasi ini sekaligus menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan tidak hanya disampaikan melalui pesan dan ajaran, tetapi juga melalui kepedulian serta tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....