Dampak Efisiensi Anggaran, Desa Blank Spot di Flores Timur Bertambah Jadi 12

  • 07 Agt 2026 13:21 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Larantuka – Sebanyak 12 desa di Kabupaten Flores Timur saat ini mengalami kondisi blank spot atau tidak memiliki akses jaringan telekomunikasi. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencatat lima desa tanpa sinyal akibat berhentinya operasional sejumlah Base Transceiver Station (BTS).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Flores Timur, Silvester Suban, mengatakan bertambahnya wilayah blank spot dipicu oleh pemutusan kerja sama antara BAKTI Komdigi dengan penyedia layanan telekomunikasi pihak ketiga. Kondisi tersebut berdampak pada tidak beroperasinya sejumlah BTS di beberapa desa.

Menurut Silvester, persoalan tersebut juga berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang memengaruhi operasional BTS di wilayah Flores Timur. Akibatnya, masyarakat di sejumlah desa kehilangan akses terhadap layanan komunikasi dan internet.

Ia menjelaskan, lima desa yang telah berstatus blank spot sejak tahun 2025 yakni Desa Watan Hura Satu di Kecamatan Witihama, Desa Kewewela di Kecamatan Adonara Timur, Desa Geken Derang di Kecamatan Tanjung Bunga, Desa Nawokote di Kecamatan Wulanggitang, serta Desa Nilek Noheng di Kecamatan Ilebura.

Sementara pada tahun 2026, wilayah blank spot bertambah menjadi 12 desa. Tujuh desa yang baru terdampak meliputi Desa Puhu, Desa Gelong, Desa Kewalaga, dan Desa Lamawato di Kecamatan Adonara Timur, Desa Tapobali di Kecamatan Wotan Ulumado, Desa Kalelu di Kecamatan Solor Timur, serta Desa Lewotana Ole di Kecamatan Solor Barat.

Silvester mengatakan pemerintah daerah telah menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah pusat melalui instansi terkait. Ia berharap penanganan dapat segera dilakukan agar layanan telekomunikasi di desa-desa terdampak kembali berfungsi.

Menurutnya, keberadaan jaringan telekomunikasi sangat penting untuk menunjang berbagai pelayanan dasar masyarakat. Akses komunikasi dibutuhkan untuk mendukung sektor pendidikan, pelayanan kesehatan, pemerintahan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terpencil.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk mengaktifkan kembali BTS yang berhenti beroperasi maupun menyediakan solusi lain bagi desa-desa yang masih mengalami blank spot. Dengan demikian, masyarakat dapat kembali menikmati layanan komunikasi yang memadai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....