Bupati Ende Tinjau Destinasi Wisata menuju PON 2028 Berkualitas
- 06 Agt 2026 16:22 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Pemerintah Kabupaten Ende terus memperkuat pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, ke sejumlah destinasi wisata potensial, Selasa 4 Agustus 2026.
Peninjauan difokuskan pada lokasi yang diproyeksikan menjadi venue cabang olahraga arung jeram pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Selain itu, kunjungan juga bertujuan melihat kondisi objek wisata yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati Yosef mengawali kegiatan dengan meninjau aliran Sungai Kilometer 11 di Desa Ndungga, Kecamatan Ende Timur. Sungai tersebut dinilai memiliki karakteristik arus yang mendukung untuk pengembangan wisata olahraga arung jeram.
Dalam peninjauan itu, Bupati Yosef menilai Sungai Kilometer 11 memiliki potensi menjadi destinasi wisata baru sekaligus mendukung penyelenggaraan PON 2028. Menurutnya, perpaduan arus sungai dan panorama alam menjadi modal penting untuk menarik wisatawan.
"Kami melihat langsung kondisi sungai ini. Arus dan pemandangannya sangat mendukung untuk wisata arung jeram. Ini bisa kita usulkan menjadi salah satu venue PON 2028, dan sekaligus menjadi daya tarik wisata baru yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar," ujarnya.
Bupati Yosef mengatakan, jika potensi tersebut dikelola secara optimal, wisata arung jeram tidak hanya menambah pilihan destinasi wisata di Kabupaten Ende. Kehadirannya juga diyakini mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan sungai.
Usai meninjau Sungai Kilometer 11, rombongan melanjutkan kunjungan ke Air Terjun Aiseke di Desa Ndungga dan Pemandian Air Panas Detusoko. Di kedua lokasi itu, Bupati melihat secara langsung kondisi kawasan wisata beserta infrastruktur dan fasilitas penunjang yang tersedia.
Hasil pemantauan menunjukkan masih terdapat sejumlah fasilitas yang memerlukan pembenahan, terutama di kawasan Pemandian Air Panas Detusoko. Bupati menegaskan, pengembangan destinasi wisata harus diiringi penyediaan fasilitas dasar yang memadai agar wisatawan merasa nyaman dan aman.
"Kita tidak hanya menjual pemandangan. Wisatawan butuh fasilitas dasar yang layak, seperti kamar mandi, tempat ganti, dan toilet. Dari hasil pantauan hari ini, ada beberapa titik yang harus segera kita benahi agar nyaman dan aman dikunjungi," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Ende, lanjut Bupati Yosef, akan melakukan kajian sebelum melaksanakan penataan ulang kawasan wisata tersebut. Pengembangan fasilitas akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan perangkat daerah terkait dan masyarakat setempat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Menurutnya, peningkatan kualitas destinasi wisata diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Harapan kami, dengan fasilitas yang lebih baik, kunjungan bisa meningkat. UMKM, homestay, dan jasa pemandu lokal juga ikut tumbuh. Ende harus siap menjadi destinasi wisata berkelas," tutupnya.
Turut mendampingi dalam kunjungan itu Kepala Dinas PUPR Mustaqim Mberu, Sekretaris Dinas Pariwisata Habentius Robertus Mau, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kanis Se, serta Camat Detusoko David Sari. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut diharapkan mempercepat tindak lanjut pengembangan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Ende.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....