Misa Penutup PKKMB STIPAR Ende Tekankan Ketekunan Hadapi Tantangan Kampus

  • 06 Agt 2026 08:28 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende– Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAR) Atma Reksa Ende Tahun Akademik 2026/2027 resmi ditutup melalui perayaan Ekaristi di Aula STIPAR Ende, Rabu 5 Agustus 2026. Perayaan misa yang dipimpin Ketua Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Dr. Fransiskus Zaverius Maria Deidhae, M.A., menjadi momentum pembinaan rohani bagi mahasiswa baru sebelum memasuki kehidupan perkuliahan.

Misa penutup diikuti seluruh mahasiswa baru, dosen, tenaga kependidikan, serta civitas akademika STIPAR Atma Reksa Ende. Perayaan tersebut menandai berakhirnya seluruh rangkaian PKKMB yang selama lima hari membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang sistem pendidikan tinggi, kehidupan kampus, serta penguatan karakter dan spiritualitas.

Dalam homilinya, Dr. Fransiskus Zaverius Maria Deidhae, M.A. mengangkat bacaan Injil tentang seorang perempuan yang tetap bertekun memohon pertolongan kepada Yesus meski menghadapi berbagai penolakan. Kisah tersebut menjadi refleksi bahwa setiap mahasiswa akan menghadapi tantangan selama menjalani pendidikan tinggi.

Ia menjelaskan, tantangan itu dapat berasal dari dalam diri, seperti rasa malas, kurang disiplin, keinginan untuk bersantai, hingga penggunaan media sosial yang berlebihan sehingga mengganggu proses belajar. Sementara tantangan dari luar berupa tuntutan akademik, lingkungan pergaulan, harapan orang tua, serta perkembangan zaman yang memerlukan kebijaksanaan dalam menyikapinya.

Menurutnya, setiap tantangan bukanlah hambatan untuk berkembang, tetapi kesempatan membentuk karakter, memperkuat mental, dan menumbuhkan iman. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan selama menjalani proses perkuliahan.

Ia juga mengajak mahasiswa baru untuk membangun ketekunan, kerendahan hati, dan kepercayaan kepada Tuhan dalam setiap proses pembelajaran. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi penting agar mahasiswa mampu menyelesaikan studi dengan baik sekaligus bertumbuh sebagai pribadi yang matang.

Dr. Fransiskus menambahkan, kemajuan teknologi, media sosial, dan kecerdasan buatan perlu dimanfaatkan secara bijaksana untuk mendukung proses belajar, bukan dijadikan jalan pintas yang mengurangi semangat berusaha dan tanggung jawab sebagai mahasiswa.

Melalui misa penutup PKKMB tersebut, STIPAR Atma Reksa Ende kembali menegaskan komitmennya membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter, spiritualitas, dan integritas. Bekal itu diharapkan menjadi dasar bagi mahasiswa baru untuk menjalani kehidupan kampus serta mengabdikan diri kepada Gereja dan masyarakat.

Perayaan Ekaristi tersebut sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian PKKMB Tahun Akademik 2026/2027 di STIPAR Atma Reksa Ende. Mahasiswa baru diharapkan membawa semangat ketekunan, disiplin, dan iman yang kuat sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....