Polisi Kawal Estafet Perarakan Patung Bunda Maria Lintasi 27 Paroki di Mabar

  • 06 Agt 2026 07:19 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengawal secara berestafet perarakan Patung Bunda Maria Assumpta Nusantara yang melintasi 27 paroki dalam rangkaian Festival Golo Koe 2026. Pengamanan dilakukan untuk memastikan prosesi keagamaan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, mengatakan personel dikerahkan secara bergantian mulai dari wilayah Polsek Lembor, Polsek Kuwus, Polsek Macang Pacar, Polsek Sano Nggoang, Polsek Komodo hingga Polres Manggarai Barat.

“Kami menerjunkan pengamanan penuh secara berestafet di setiap wilayah yang dilalui rombongan. Kehadiran personel di persimpangan, pusat keramaian, dan titik rawan kemacetan bertujuan memastikan seluruh rangkaian ibadah masyarakat berjalan tanpa hambatan,” kata Christian di Labuan Bajo, Rabu 5 Agustus 2026.

Perarakan Patung Bunda Maria Assumpta Nusantara dimulai dari Paroki Santo Yosep Pekerja Lengko Cepang dan menempuh perjalanan melintasi sejumlah paroki di wilayah Manggarai Barat hingga tiba di Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo. Selanjutnya, rangkaian Festival Golo Koe akan berlanjut dengan Prosesi Laut pada 14 Agustus 2026 sebelum berakhir di Gua Maria Golo Koe.

Selain mengatur arus lalu lintas, personel kepolisian juga mengedepankan pendekatan humanis selama pengamanan. Di sejumlah titik persinggahan, anggota Polri tampak membantu para peziarah, termasuk ikut memikul Patung Bunda Maria sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, AKBP Christian menilai prosesi tersebut tidak hanya menjadi agenda keagamaan umat Katolik, tetapi juga mencerminkan kuatnya kerukunan antarumat beragama di Manggarai Barat. Menurutnya, personel Polri dari berbagai latar belakang agama turut terlibat dalam pengamanan bersama masyarakat.

“Festival Golo Koe dan Perarakan Patung Bunda Maria Assumpta Nusantara bukan sekadar agenda religi, tetapi juga menjadi panggung harmoni bagi seluruh elemen masyarakat. Kami mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang telah menjaga keamanan dan ketertiban selama prosesi berlangsung,” ungkapnya.

Hingga rombongan tiba di Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dilaporkan tetap kondusif. Arus lalu lintas di sepanjang jalur yang dilalui juga berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Kapolres berharap, kondisi tersebut dapat terus terjaga hingga seluruh rangkaian Festival Golo Koe 2026 selesai. Ia juga m

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....