Foraken Ende Dorong Pendidikan Seks Cegah Seks Pranikah
- 05 Agt 2026 14:49 WIB
- Ende
Poin Utama
- Foraken menilai pendidikan seks yang komprehensif menjadi langkah penting untuk mencegah perilaku seks pranikah di kalangan anak dan remaja di Kabupaten Ende.
- Hasil penelitian Forum Anak menunjukkan masih rendahnya pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi, relasi yang sehat, serta risiko perilaku seksual.
- Foraken mendorong kolaborasi pemerintah, sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam memperkuat edukasi, konseling, serta program pencegahan seks pranikah.
RRI.CO.ID, Ende – Ketua Forum Anak Kabupaten Ende (Foraken), Alexandra Divafirst Djou, menegaskan pendidikan seks yang benar, komprehensif, dan sesuai usia menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah perilaku seks pranikah di kalangan anak dan remaja di Kabupaten Ende. Alexandra mengatakan persoalan seks pranikah di kalangan remaja masih menjadi perhatian serius.
Kepada RRI, Rabu, 5 Agustus 2026, Ketua Forum Anak Kabupaten Ende (Foraken) mengungkapkan bahwa Foraken telah menyerahkan dokumen Suara Anak kepada Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda. Dokumen yang diserahkan pada Jumat 31 Juli 2026 itu merupakan bentuk partisipasi anak dalam menyampaikan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Ende terkait upaya pencegahan seks pranikah di kalangan anak dan remaja.
Menurut Alexandra, dokumen tersebut merupakan hasil penelitian Child-Led Research yang dilakukan Forum Anak Kabupaten Ende. Hasil penelitian menunjukkan masih terbatasnya pemahaman anak dan remaja mengenai kesehatan reproduksi, relasi yang sehat, serta dampak dari perilaku seksual berisiko.
"Pendidikan seks bukan sekadar membahas hubungan seksual, tetapi memberikan pemahaman kepada anak tentang kesehatan reproduksi, menghargai diri sendiri, menjaga batasan dalam pergaulan, serta memahami risiko dari setiap keputusan yang diambil," kata Alexandra.
Ia berharap pendidikan kesehatan reproduksi dapat diberikan secara bertahap sesuai usia anak melalui sekolah maupun keluarga. Menurutnya, informasi yang benar sejak dini akan membantu remaja lebih bijak dalam mengambil keputusan dan menghindari perilaku yang berisiko.
Selain penguatan pendidikan seks, Alexandra menyebut terdapat sejumlah langkah yang dinilai dapat menjadi solusi untuk menekan angka seks pranikah di kalangan remaja. Di antaranya memperkuat komunikasi terbuka antara orang tua dan anak mengenai kesehatan reproduksi dan pergaulan serta menyediakan layanan konseling yang ramah anak dan mudah diakses.
Dia jugamengungkapkan, perlu meningkatkan peran sekolah dalam pendidikan karakter dan relasi yang sehat, serta melibatkan anak dalam penyusunan program pencegahan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga kesehatan, tokoh agama, keluarga, dan masyarakat agar upaya pencegahan dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Kami berharap rekomendasi yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti. Pencegahan seks pranikah tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kerja sama semua pihak agar anak dan remaja mendapatkan pendampingan serta informasi yang benar," ujarnya.
Alexandra berharap rekomendasi yang disampaikan Foraken dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Kabupaten Ende dalam menyusun program perlindungan anak. Menurutnya, langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....