Pelanggan Diminta Bayar Tepat Waktu Demi Operasional Perumda Air Minum
- 05 Agt 2026 16:58 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Forum Komunikasi Pelanggan (Forkompel) Perumda Air Minum Tirta Kelimutu Ende mengajak seluruh pelanggan membayar rekening air tepat waktu demi menjaga keberlangsungan pelayanan. Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Aula Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende, Selasa 4 Agustus 2026.
Ketua Forkompel, Mauritz Bunga, mengatakan keberlangsungan operasional Perumda Air Minum Tirta Kelimutu Ende hingga kini masih bergantung pada pembayaran rekening pelanggan. Menurutnya, perusahaan belum memperoleh dukungan pendanaan dari investor maupun pihak ketiga untuk menopang biaya operasional.
Ia menjelaskan, seluruh aktivitas pelayanan air bersih selama ini dibiayai dari pendapatan yang berasal dari pelanggan. Karena itu, keterlambatan pembayaran rekening berpotensi menghambat operasional perusahaan dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
| Baca juga: Bhabinkamtibmas Amankan Acara Adat di Borani |
Mauritz menambahkan kondisi tersebut akan berbeda apabila perusahaan memperoleh tambahan modal dari luar. Namun hingga saat ini, sumber pendapatan utama tetap berasal dari pembayaran rekening pelanggan setiap bulan.
Anggota Forkompel, Nisan Wangge, mengungkapkan biaya operasional Perumda Air Minum Tirta Kelimutu Ende tergolong besar. Selain kebutuhan listrik, perusahaan juga harus menanggung biaya perawatan jaringan, penggantian komponen yang rusak, serta pembayaran gaji karyawan.
Menurut Nisan, berdasarkan informasi dari pihak Perumda, biaya listrik yang harus dibayarkan setiap bulan mencapai sekitar Rp200 juta. Nilai tersebut belum termasuk berbagai pengeluaran rutin lainnya yang diperlukan agar pelayanan air bersih tetap berjalan.
Ia menegaskan, apabila banyak pelanggan terlambat atau tidak membayar rekening, kondisi keuangan perusahaan dapat terganggu. Dalam jangka panjang, situasi itu berisiko menghambat bahkan menghentikan operasional Perumda Air Minum Tirta Kelimutu Ende.
Nisan menilai dampak terbesar dari berhentinya operasional perusahaan justru akan dirasakan masyarakat sebagai pelanggan. Warga, kata dia, berpotensi kembali mengandalkan sumber air sungai seperti Kali Wolowona dan Kali Nangaba atau membeli air tangki dengan biaya yang jauh lebih tinggi dibandingkan membayar rekening air secara rutin.
Melalui sosialisasi tersebut, Forkompel berharap kesadaran pelanggan untuk memenuhi kewajiban pembayaran rekening semakin meningkat. Dukungan pelanggan dinilai menjadi faktor utama agar pelayanan air bersih Perumda Air Minum Tirta Kelimutu Ende tetap berlangsung secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....