Komitmen Hapus Stigma, Camat Welak Dampingi Langsung Pasien ODGJ di 16 Desa
- 05 Agt 2026 08:11 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Pemerintah Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan komitmennya dalam memberikan perhatian kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan penyandang disabilitas melalui pendataan serta pendampingan langsung di seluruh desa di wilayah kecamatan.
Camat Welak, Heribertus Manggas mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODGJ di tengah masyarakat.
“Kami ingin memastikan seluruh ODGJ mendapatkan perhatian dan pelayanan yang layak. Ini merupakan panggilan kemanusiaan sekaligus bentuk tanggung jawab pemerintah,” ujarnya saat diwawancarai RRI SP Labuan Bajo, Selasa 4 Agustus 2026.
Selain itu, Heribertus juga menjelaskan, hingga saat ini pihaknya telah mengunjungi sejumlah desa, di antaranya Desa Pompelak, Robo, Galang, Orong, Batu Umpu, dan Wewa. Dari hasil pendataan lapangan, masih ditemukan sejumlah ODGJ yang belum terdata secara resmi maupun belum mendapatkan pelayanan pengobatan secara rutin.
Karena itu, Pemerintah Kecamatan Welak menargetkan seluruh ODGJ di 16 desa dapat terdata dan dipantau secara berkelanjutan. Selain melakukan pendataan dan koordinasi dengan keluarga pasien, pemerintah kecamatan juga menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok dan pakaian layak.
Menurutnya, penanganan ODGJ membutuhkan sinergi lintas sektor. Pemerintah Kecamatan terus berkoordinasi dengan Puskesmas, pemerintah desa, Forkopimcam, TNI-Polri, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat agar penanganan berjalan terpadu, humanis, dan berkesinambungan.
Dirinya menambahkan, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara rutin. Padahal, kepatuhan terhadap pengobatan sangat penting untuk menekan risiko kekambuhan.
Adapun pihaknya juga mengajak keluarga dan masyarakat, agar menerima kembali pasien yang sedang menjalani proses pemulihan tanpa memberikan stigma maupun diskriminasi. Ia berharap tidak ada lagi praktik pemasungan terhadap ODGJ dan seluruh pasien dapat memperoleh perawatan yang lebih manusiawi.
Ke depan, Pemerintah Kecamatan Welak bersama Puskesmas akan memperkuat upaya deteksi dini melalui kegiatan penapisan atau screening kesehatan jiwa bagi remaja maupun masyarakat umum sebagai langkah pencegahan gangguan kesehatan mental.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....