Dinkes Ende Perkuat Dukungan Menyusui Wujudkan Generasi Sehat Berkelanjutan
- 05 Agt 2026 08:10 WIB
- Ende
Poin Utama
- Penguatan dukungan menyusui menjadi strategi penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat terutama pada masa seribu hari pertama kehidupan anak.
- ASI eksklusif selama enam bulan dilanjutkan hingga usia dua tahun dengan makanan pendamping ASI terbukti mendukung tumbuh kembang anak dan menurunkan risiko stunting, infeksi, diare, obesitas, dan penyakit tidak menular.
- Keberhasilan menyusui membutuhkan dukungan kolaboratif dari keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, dunia kerja, dan masyarakat, bukan hanya tanggung jawab ibu saja.
RRI.CO.ID, Ende - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Fransiska Nusanumba Ero, S.Si.T., M.P.H, menegaskan penguatan dukungan menyusui menjadi strategi penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama pada masa seribu hari pertama kehidupan anak. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Dialog Beranda Asta Cita Spesial Hari ASI Sedunia yang disiarkan RRI Ende, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Fransiska mengatakan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, yang dilanjutkan hingga usia dua tahun dengan makanan pendamping ASI, terbukti mendukung tumbuh kembang anak serta menurunkan risiko stunting, infeksi, diare, obesitas, dan berbagai penyakit tidak menular. Menurutnya, keberhasilan menyusui tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi membutuhkan dukungan keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, dunia kerja, dan masyarakat.
Ia menjelaskan, cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Ende pada 2025 mencapai 64,9 persen, sedangkan periode Januari hingga Juni 2026 tercatat 41,98 persen. Meski menunjukkan perkembangan, Dinas Kesehatan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti terbatasnya pengetahuan keluarga, pengaruh promosi susu formula, minimnya dukungan lingkungan kerja, pemberian makanan sebelum usia enam bulan, serta keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah terpencil.
Untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif, Dinas Kesehatan Kabupaten Ende terus melaksanakan edukasi dan konseling menyusui bagi ibu hamil, ibu nifas, dan keluarga melalui pelayanan antenatal, kelas ibu hamil, kelas ibu balita, serta posyandu. Program tersebut juga diperkuat dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini, pelatihan konseling laktasi bagi tenaga kesehatan, pendampingan pemberian makanan pendamping ASI, serta promosi kesehatan melalui berbagai media.
Fransiska menambahkan pemerintah desa, puskesmas, posyandu, kader kesehatan, hingga lintas sektor memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang mendukung ibu menyusui. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui penyediaan kebijakan yang berpihak kepada ibu menyusui, penguatan edukasi, pemanfaatan dana desa, serta penyediaan fasilitas seperti ruang laktasi.
Ia berharap peringatan Hari ASI Sedunia menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam mendukung praktik menyusui yang optimal di Kabupaten Ende. Dengan ekosistem yang semakin ramah terhadap ibu menyusui, upaya meningkatkan kualitas gizi, menurunkan stunting, dan mewujudkan generasi Ende yang sehat, cerdas, serta berdaya saing diharapkan dapat tercapai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....