Lomba Bertutur Perkuat Literasi dan Budaya Lokal di Sekolah

  • 04 Agt 2026 07:37 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – Lomba Bertutur Cerita Rakyat Lembata tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi pelajar, tetapi juga memperkuat budaya literasi berbasis kearifan lokal. Kegiatan yang berlangsung di Aula Perpustakaan Kabupaten Lembata, Sabtu 1 Agustus 2026, diikuti 37 siswa dari 21 SD dan MI.

Panitia menyiapkan tindak lanjut berupa penyusunan buku cerita rakyat hasil penelusuran di berbagai wilayah Kabupaten Lembata. Buku tersebut akan dibagikan kepada sekolah sebagai bahan pembelajaran budaya lokal sekaligus memperkaya koleksi literasi daerah.

Ketua Panitia Midun Husein Ratuloli mengatakan dokumentasi cerita rakyat penting dilakukan agar tradisi lisan tidak hilang seiring perkembangan zaman. Menurutnya, hasil dokumentasi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh sekolah maupun masyarakat luas.

"Kami ingin cerita-cerita yang selama ini hidup di tengah masyarakat dapat didokumentasikan dan dimanfaatkan sebagai bahan literasi di sekolah. Dengan begitu, anak-anak dapat mengenal sejarah dan budaya daerahnya sejak dini," ujarnya.

Menurut Midun, sekolah memiliki peran strategis dalam mengenalkan budaya lokal kepada peserta didik. Cerita rakyat dapat menjadi media pembelajaran yang dekat dengan kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat karakter anak sejak usia dini.

Program literasi berbasis budaya juga dinilai mampu menumbuhkan kebiasaan membaca dan meningkatkan minat belajar peserta didik. Selain itu, pemanfaatan cerita rakyat sebagai bahan ajar dapat membantu menjaga identitas budaya daerah tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Melalui kolaborasi antara sekolah, komunitas, dan berbagai pihak, pelestarian cerita rakyat diharapkan terus berkembang secara berkelanjutan. Dengan demikian, budaya lokal tidak hanya dikenang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda Lembata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....