Kasus Tenggelam Berulang, Basarnas Soroti Bahaya Arus Balik
- 04 Agt 2026 07:26 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Unit Siaga SAR Ende mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keselamatan saat beraktivitas di pantai. Peringatan ini disampaikan menyusul masih banyaknya anak-anak, remaja, hingga orang dewasa yang tetap berenang meski sebelumnya telah terjadi insiden tenggelam di Pantai Bita.
Kepala Unit Siaga SAR Ende, Abdul Azis Sumby, mengatakan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap karakteristik pantai masih menjadi penyebab utama kecelakaan di kawasan pesisir. Minimnya pengawasan serta kecenderungan mengabaikan peringatan dini dan tanda-tanda alam juga meningkatkan risiko terjadinya insiden.
Menurut Abdul Azis, faktor yang paling sering menyebabkan korban tenggelam adalah terjebak arus balik atau rip current. Kondisi tersebut umumnya terjadi ketika pengunjung berenang melewati batas aman atau terlalu jauh ke tengah laut.
"Ketika terjebak arus balik, banyak korban justru melawan arus hingga panik dan kelelahan. Kondisi itu meningkatkan risiko tenggelam," ujarnya dalam program Halo RRI, Senin 3 Agustus 2026.
Selain arus balik, kondisi fisik pengunjung juga menjadi faktor yang kerap memicu kecelakaan di pantai. Banyak orang tetap berenang meski kemampuan berenangnya terbatas atau kondisi tubuhnya tidak memungkinkan.
Basarnas juga menyoroti kebiasaan sebagian kalangan muda yang mengonsumsi minuman beralkohol sebelum atau saat beraktivitas di pantai. Menurut Abdul Azis, alkohol dapat menurunkan konsentrasi, kemampuan mengambil keputusan, dan respons tubuh saat menghadapi situasi darurat.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak berenang sendirian ketika berada di pantai. Pengunjung juga diminta mematuhi rambu keselamatan, tidak memasuki area yang dipasangi bendera merah, serta menggunakan pelampung terutama bagi yang belum mahir berenang.
Abdul Azis menambahkan keselamatan di kawasan pantai bukan hanya menjadi tanggung jawab Basarnas. Peran aktif pemerintah, pengelola wisata, masyarakat, dan wisatawan diperlukan untuk membangun budaya keselamatan di kawasan pesisir.
Sebagai langkah pencegahan, Basarnas menyiapkan tiga program utama, yakni SAR Goes to School dan SAR Goes to Beach, pemasangan rambu peringatan di pantai rawan seperti Pantai Bita dan Pantai Walotopo, serta pelatihan relawan SAR bagi masyarakat pesisir. Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan lebih memahami potensi bahaya laut dan mampu melakukan penanganan awal sebelum tim SAR tiba.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....