BMKG Imbau Waspadai Gelombang Laut NTT Hingga Besok Pagi
- 02 Agt 2026 12:38 WIB
- Ende
Poin Utama
- BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengeluarkan peringatan dini gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Nusa Tenggara Timur.
- Peringatan berlaku dari Sabtu 1 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA hingga Minggu 2 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA untuk periode 24 jam.
- Masyarakat, khususnya nelayan dan operator kapal tongkang, diminta mewaspadai kondisi laut berbahaya selama periode peringatan tersebut.
RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan operator kapal tongkang, untuk mewaspadai gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Salsabila Nadhifvira Ardian, mengatakan peringatan dini tersebut berlaku mulai Sabtu, 1 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA hingga Minggu, 2 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA.
Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang dengan ketinggian tersebut meliputi Perairan Utara Flores, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Perairan Selatan Alor, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu-Raijua, Perairan Utara Kupang-Rote, Selat Kupang, serta Perairan Selatan dan Timur Rote.
Menurut Salsabila, kondisi tersebut berisiko terhadap aktivitas pelayaran, terutama bagi nelayan dan kapal tongkang yang beroperasi di wilayah perairan tersebut.
Sementara itu, kondisi cuaca maritim di wilayah NTT secara umum diprakirakan cerah berawan hingga hujan ringan. Angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 20 hingga 60 kilometer per jam.
BMKG mengimbau masyarakat agar selalu memantau informasi prakiraan cuaca maritim yang dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang sebelum melakukan aktivitas di laut.
Selain itu, nelayan diminta menunda aktivitas melaut apabila kondisi cuaca tidak mendukung, seperti terjadi angin kencang maupun gelombang tinggi, guna menghindari risiko kecelakaan di laut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....