Jangan Hakimi, Kenali Tanda dan Alasan Anak Muda Terjerat Narkoba

  • 31 Jul 2026 13:55 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Perubahan perilaku dan kebiasaan perlu mendapat perhatian ketika seseorang mulai menunjukkan tanda-tanda yang tidak biasa, termasuk dalam konteks risiko penyalahgunaan narkoba. Hal tersebut disampaikan Paulus R. A. Ully, anggota Tenggara Youth Community sekaligus Duta GenRe Indonesia Provinsi NTT 2022, saat di wawancarai dalam dialog Obras (Obrolan Spada) Pro 2 RRI Ende, Kamis 30 Juli 2026.

Paulus menjelaskan tanda-tanda seseorang yang mengalami masalah penyalahgunaan narkoba tidak selalu mudah dikenali karena kondisi setiap orang berbeda. Perubahan konsentrasi, kehadiran di sekolah atau kampus yang mulai tidak teratur, perubahan pola tidur, kondisi fisik, hingga kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial dapat menjadi hal yang perlu diperhatikan, meski tidak boleh langsung dijadikan dasar untuk menuduh seseorang.

Menurutnya, penyalahgunaan narkoba juga memiliki latar belakang yang kompleks dan tidak selalu bermula dari keinginan sekadar bergaya. Masalah keluarga, kurangnya perhatian, tekanan lingkungan, pergaulan, hingga kemungkinan seseorang menjadi korban bujuk rayu atau jebakan dapat menjadi bagian dari persoalan yang perlu dipahami secara menyeluruh.

Karena itu, Ia meminta masyarakat tidak mudah memberikan label kepada seseorang hanya berdasarkan perubahan perilaku yang terlihat. Ia menilai orang yang pernah terjerumus tetap membutuhkan ruang untuk mengakui kesalahan, mendapatkan pertolongan, menjalani pemulihan, dan kembali membangun kehidupan yang lebih baik.

Ia menyebut upaya pencegahan juga perlu dilakukan secara berkelanjutan karena setiap tahun selalu muncul generasi muda baru yang membutuhkan edukasi. Menurut Paulus, pekerjaan tersebut tidak cukup hanya menghitung jumlah sekolah atau anak muda yang sudah mendapatkan sosialisasi, tetapi harus memastikan pesan pencegahan terus hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.

Ia mengapresiasi berbagai upaya pemerintah dan BNN dalam memperkuat pencegahan narkoba di kalangan generasi muda. BNN sendiri menempatkan edukasi, informasi, advokasi, serta keterlibatan berbagai unsur masyarakat sebagai bagian dari strategi pencegahan, termasuk bagi anak dan generasi muda.

Menurutnya, komunitas anak muda juga memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan edukasi, terutama ke wilayah yang belum memiliki akses komunitas yang kuat. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, komunitas, media, lembaga keagamaan, dan generasi muda dapat diperkuat sehingga pencegahan tidak hanya berpusat di perkotaan.

Paulus berharap generasi muda yang sedang berada dalam masa sulit tidak menganggap dirinya selesai hanya karena pernah melakukan kesalahan atau berada dalam lingkungan yang kurang baik. “Beautiful flowers could grow even in the ugliest place,” katanya, seraya mengajak anak muda percaya bahwa setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk bertumbuh, berubah, dan menghasilkan karya positif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....