Gen Z Diminta Berani Bilang Tidak, Narkoba Bukan Gaya Hidup
- 31 Jul 2026 14:08 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Generasi Z dinilai perlu membangun pola pikir yang kuat agar tidak mudah terpengaruh penyalahgunaan narkoba yang mulai dikemas sebagai bagian dari gaya hidup. Pesan itu disampaikan Paulus R. A. Ully, anggota Tenggara Youth Community sekaligus Duta GenRe Indonesia Provinsi NTT 2022, saat diwawancarai Pro 2 RRI Ende dalam program Obras (Obrolan Spada), Kamis 30 Juli 2026.
Paulus mengatakan masa remaja dan generasi muda merupakan fase pencarian jati diri sehingga rentan dipengaruhi lingkungan maupun pergaulan. Menurutnya, anak muda perlu belajar mengambil keputusan dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap masa depan, bukan menjadikan persoalan hidup sebagai alasan untuk mencoba hal-hal yang merugikan diri.
Ia menilai narkoba tidak cukup dilihat hanya sebagai persoalan zat terlarang, tetapi juga dari cara penyalahgunaan tersebut dapat masuk melalui pengaruh pergaulan dan tren. Bahkan, perkembangan gaya hidup membuat edukasi kepada generasi muda harus dikemas lebih kreatif agar pesan pencegahan tidak sekadar menjadi informasi yang lewat di media sosial.
Paulus mengingatkan anak muda untuk tidak merasa mampu mengendalikan diri ketika berhadapan dengan narkoba atau perilaku adiktif lainnya. Menurut dia, langkah paling sederhana justru adalah berani menjauh dan mengatakan tidak sebelum rasa penasaran berubah menjadi kebiasaan.
“Kalau untuk langkah sederhana, ketika kita berhadapan dengan hal tersebut, lari,” ujarnya. Ia menambahkan, seseorang tidak perlu membuktikan keberanian dengan mencoba sesuatu yang berisiko karena ketika sudah menjadi adiksi, proses untuk keluar dapat jauh lebih sulit.
Sebagai gantinya, Paulus mendorong generasi muda membuat target kecil yang realistis, seperti menentukan hal yang ingin dicapai setiap minggu, mengembangkan hobi, meningkatkan keterampilan, dan menemukan bidang yang sesuai dengan minat. Aktivitas produktif dinilai dapat membantu anak muda lebih fokus pada pengembangan diri sekaligus membangun kebiasaan berada di lingkungan yang positif.
Ia juga mengajak generasi muda selektif memilih komunitas dan lingkungan pertemanan. Menurutnya, komunitas keagamaan, organisasi kepemudaan, kegiatan sosial, hingga aktivitas kewirausahaan dapat menjadi ruang untuk bertumbuh, asalkan lingkungan tersebut benar-benar memberikan pengaruh positif.
Paulus berharap anak muda tidak membiarkan kondisi keluarga, lingkungan, maupun masa lalu menentukan masa depan mereka. Ia mengutip 1 Timotius 4:12 sebagai pengingat bahwa usia muda bukan alasan untuk merasa rendah, tetapi kesempatan untuk menjadi teladan melalui perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kehidupan yang baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....