Gubernur Melki : Free Trade Zone Jadi Peluang Besar Transformasi Ekonomi NTT
- 30 Jul 2026 10:47 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa rencana pembentukan Free Trade Zone (FTZ) menjadi peluang besar bagi kawasan perbatasan. Menurutnya, FTZ harus mampu menggerakkan ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.
Pernyataan itu disampaikan dalam Undana Talk yang mengangkat tema "Lintas Batas ke Sabuk Ekonomi: Mampukah FTZ Mengangkat Kesejahteraan Rakyat NTT?" yang digelar Universitas Nusa Cendana bersama Pos Kupang, Rabu 29 Juli 2026. Forum tersebut membahas potensi FTZ sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi antara NTT dan Timor-Leste.
Menurut Gubernur Melki, posisi strategis NTT yang berbatasan langsung dengan Timor-Leste merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara optimal. Pemerintah Provinsi NTT menargetkan seluruh persiapan teknis menuju pembentukan FTZ dapat dirampungkan tahun ini atau paling lambat tahun depan, sembari menunggu regulasi dari pemerintah pusat.
Berbagai langkah yang tengah dilakukan meliputi penyusunan pra-studi kelayakan, pengumpulan data dasar, penentuan batas kawasan, penyusunan model ekonomi, identifikasi kebutuhan infrastruktur, hingga konsolidasi dengan pemerintah kabupaten, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan pemerintah pusat.
"Lintas batas antara NTT dan Timor Leste yang menjanjikan secara ekonomi ini harus kita optimalkan secara baik dan kita eksekusi dengan baik untuk menjadi kawasan yang benar-benar bisa mendatangkan manfaat secara ekonomi bagi Timor Leste dan NTT," ujar Gubernur Melki.
Melki mengungkapkan, komunikasi dengan Pemerintah Timor-Leste sejauh ini berlangsung positif dan mendapat dukungan terhadap gagasan pembentukan kawasan perdagangan bebas yang diyakini akan memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara. Selain membahas kesiapan infrastruktur dan regulasi, pemerintah juga terus mengedukasi masyarakat agar siap menjadi pelaku utama dalam pengembangan FTZ, termasuk meningkatkan kapasitas menghadapi standar perdagangan internasional yang lebih kompetitif.
Gubernur Melki menegaskan bahwa FTZ bukan sekadar membuka arus perdagangan lintas negara, tetapi menjadi strategi mengubah kawasan perbatasan dari wilayah belakang menjadi beranda depan Indonesia sekaligus pusat produksi dan industri pengolahan. Ia mendorong agar komoditas unggulan NTT seperti sapi, kopi, jambu mete, rumput laut, tenun, dan hasil pertanian lainnya diolah di dalam daerah sehingga memiliki nilai tambah, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Menutup paparannya, Gubernur Melki mengajak pelaku usaha, koperasi, dan UMKM di NTT mulai mempersiapkan diri menyambut hadirnya FTZ. Menurutnya, kawasan perdagangan bebas merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan agar masyarakat lokal menjadi pelaku utama dalam aktivitas ekonomi yang berkembang di kawasan perbatasan. "Pastikan bahwa tuan rumah di kawasan ini adalah pengusaha dan pelaku UMKM NTT sendiri," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....